Suzuki Lebih Utamakan Kesehatan Ketimbang Balap MotoGP

Kompas.com - 20/03/2020, 10:42 WIB
Alex Rins saat berlaga di seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP) PIERRE-PHILIPPE MARCOUAlex Rins saat berlaga di seri terakhir MotoGP 2019 di Valencia. (Photo by PIERRE-PHILIPPE MARCOU / AFP)

JAKARTA, KOMPAS.com - Jadwal MotoGP atau kalender MotoGP terpaksa diundur akibat virus Corona. Ada beberapa skenario yang bisa ditawarkan agar MotoGP musim ini bisa tetap berjalan.

Presiden FIM Jorge Viegas, menyebutkan, MotoGP bisa saja digelar sampai awal 2021. Sedangkan CEO Dorna Carmelo Ezpelata, mengatakan, bisa saja menggelar balapan tanpa adanya penonton.

Baca juga: Komentar Pedas Bos Tim Satelit Yamaha Soal Seri Pertama MotoGP 2020

Beberapa tim ada yang setuju dengan perubahan jadwal. Tapi, sebagian lagi merasa tak masalah jika harus balapan tanpa adanya penonton di sirkuit.

Alex RIns Foto: Instagram/ Alex Rins Alex RIns

Davide Brivio, manajer tim Suzuki, termasuk salah satu orang yang mendukung penuh jika MotoGP diundur hingga waktu yang benar-benar aman.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini adalah situasi yang sulit, tapi kita semua tahu bahwa kesehatan orang-orang dan keamanan adalah prioritas utama. Dunia olahraga tidak pernah semenderita seperti sekarang ini," ujar Brivio, dikutip dari Speedweek.com.

Brivio pernah mengalami masalah serupa, yakni penundaan balap karena krisis ekonomi di tahun 2018 dan penundaan di Silverstone, Inggris, akibat cuaca buruk.

"Ini adalah situasi yang baru. Sekarang, virus ini mempengaruhi seluruh dunia. Belum ada orang yang pernah mengalaminya," kata Brivio.

Baca juga: Ancaman Virus Corona Berpengaruh Terhadap Psikologis Pebalap MotoGP

Tim balap Suzuki Ecstar MotoGP 2020.Suzuki MotoGP Tim balap Suzuki Ecstar MotoGP 2020.

Brivio menambahkan, mustahil untuk menyusun rencana, karena besok segala hal bisa berubah lagi. Hal yang terbaik bisa dilakukan adalah menunggu, prioritaskan kesehatan, dan menjaga keluarga.

Sebagai manajer tim, Brivio tak hanya memikirkan nasib tim atau performa pebalapnya, tapi juga sisi ekonomi timnya. Apalagi, sektor ekonomi juga terpengaruh akibat wabah virus Corona.

"Jika kita bisa menyelesaikan musim ini, dampak pada finansial tidak akan begitu besar. Tapi, jika kita harus membatalkan beberapa seri lagi, penyelenggara dan promotor akan kalah. Begitu pula dengan para tim balap yang didukung oleh para sponsor," ujar Brivio.

Baca juga: Kena Efek Corona, Toyota Pasang Target Tinggi buat Agya Facelift

Namun, Brivio menyebutkan, bahwa dalam situasi seperti ini orang-orang tidak akan benar-benar memikirkan urusan finansial. Sebab, bisnis dan ekonomi menjadi prioritas kedua dalam situasi sekarang.

"Tentu saja kami tidak sabar untuk bisa kembali ke trek dan balapan. Tapi, yang terpenting adalah kita harus keluar dulu dari situasi darurat ini. Balapan terpenting adalah melawan Covid-19. Mari kalahkan virus ini agar kita bisa menikmati hidup lagi dan menikmati MotoGP," kata Brivio.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Speedweek
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.