Yamaha Khawatir Virus Corona Ganggu Kinerja Ekspor

Kompas.com - 11/03/2020, 16:02 WIB
Produksi Yamaha Mio di pabrik Yamaha Karawang. KompasOtomotif-Donny AprilianandaProduksi Yamaha Mio di pabrik Yamaha Karawang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha Indonesia mengaku tengah memantau perkembangan wabah virus corona (covid-19) yang menjangkit berbagai negara di Eropa. Sebab, masalah tersebut berpotensi mengganggu kinerja ekspor tahun ini.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tercatat sebagai produsen roda dua dengan volume ekspor tertinggi selama 2019 dengan capaian 379.775 unit, dibuntuti Honda dengan 301.935 unit.

"Sejauh ini sebenarnya belum berpengaruh, tapi mungkin dalam beberapa waktu ke depan daya beli bisa terganggu karena sektor pariwisata sudah mulai kena," kata GM After Sales & Motorsport PT YIMM M.Abidin di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Baca juga: Yamaha Indonesia Mengaku Aman dari Ancaman Virus Corona

Booth motor Yamaha di IIMS 2016Otomania/Setyo Adi Booth motor Yamaha di IIMS 2016

"Baru Italia saja kan yang heboh, negara lain seperti Spanyol, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, hingga Asia Tenggara baik-baik saja. Namun memang ke depan efek dari virus ini patut diantisipasi," lanjutnya.

Meski demikian, pertumbuhan Yamaha di tahun ini diperkirakan bakal tetap atau tidak berubah karena tertolong pada penjualan domestik.

"Domestik itu masih dominan, saat ini masih oke (tidak berpengaruh). Mudah-mudahan setelah musim panas semuanya bisa terlewati (selesai)," ujar Abidin.

Baca juga: Kemenhub Kerek Tarif Ojek Online, Begini Respons Gojek dan Grab

Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.Youtube-Yamaha Motor Official Channel Proses perakitan dan kontrol kualitas sama dengan pabrik Yamaha di Iwata, Jepang.

Adapun informasi detail terkait ekspor motor Yamaha, ia masih belum bisa mengatakannya secara pasti. Sebab, saat ini masih berkembang.

"Pasar domestik sampai saat ini lancar, tidak ada masalah. Lagi pula, subsitusi (komponen) itu banyak sehingga kalau ada barang yang diambil dari China atau Eropa bermasalah, bisa diambil dari wilayah lainnya," ucap Abidin.

Pada sisi manufaktur, lanjutnya, setiap komponen itu selalu disediakan cadangan stok untuk beberapa bulan ke depan. Jadi kalau ada masalah, produksi tetap berjalan hingga batas waktu tertentu sampai pasokkan komponen tersebut kembali normal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X