Pengalaman Sopir Taksi Listrik, Nyaman tapi Minim Tempat Ngecas

Kompas.com - 11/03/2020, 07:12 WIB
Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain GrabCar yang menggunakan Hyundai Ioniq, sejumlah perusahaan taksi juga telah menyediakan taksi listrik. Salah satunya Bluebird, yang menyediakan mobil listrik BYD e6 dan Tesla Model X.

Zaefri (45), salah satu pengemudi taksi listrik Bluebird yang mengemudikan BYD e6 sejak Mei 2019, mengatakan lebih menyukai mobil yang mengandalkan baterai ini.

Alasannya sederhana, performa terasa lebih bertenaga namun dengan kenyamanan yang lebih baik. Karena mobil terasa lebih hening dan senyap, serta hilangnya getaran karena tak ada mesin.

Baca juga: Resmi, Tarif Ojek Online di Jabodetabek Naik

Ilustrasi taksi Listrik Bluebird BYD e6KOMPAS.com/Dio Ilustrasi taksi Listrik Bluebird BYD e6

“Belum lagi efisiensi yang lebih baik, tidsk keluar uang buat bensin, tapi saat ini memang pengecasan masih gratis,” ujar Zaefri, saat dtemui Kompas.com belum lama ini.

“Biasanya dua jam ngecas itu bisa sampai 400 kilometer, mungkin setara 30 liter bensin,” katanya.

Meski begitu, Zaefri mengatakan bahwa salah satu kendala menggunakan taksi listrik adalah minimnya stasiun pengisian listrik umum untuk kendaraan listrik ( SPKLU).

Baca juga: Ke Mana Air dari Toilet Bus Dibuang, Apakah Langsung ke Jalan?

Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pengemudi melakukan pengisian daya listrik pada armada taksi E-Bluebird di Mampang, Jakarta, Jumat (11/10/2019). Bluebird saat ini telah mengoperasikan armada taksi listriknya sebanyak 25 unit E-Bluebird dan 5 unit E-Silverbird. Pengoperasian ini merupakan upaya perusahaan untuk melakukan inovasi dengan merespons perkembangan teknologi kendaraan listrik sebagai armadanya.

“Penginnya bisa lebih diperbanyak, karena tujuan kita enggak cuma di sekitar Tangerang atau Jakarta saja. Tapi sampai Bekasi dan Bogor, di sana belum ada sepengetahuan saya,” ucap Zaefri.

Untuk diketahui, berdasarkan pengalaman Zaefri, biasanya taksi listrik yang beroperasi di Jabodetabek hanya bisa isi ulang daya di beberapa tempat.

Mulai dari pool Bluebird di Mampang Jakarta Selatan, Bandara Soetta di Tangerang, BPPT Puspiptek di Serpong, hingga Gedung BPPT di Thamrin Jakarta Pusat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X