Fitur Cruise Control Bisa Berbahaya di Jalan Tol Indonesia

Kompas.com - 08/03/2020, 11:45 WIB
Mengatur fitur Adaptive Cruise Control Honda Sensing Azwar Ferdian/Kompas.comMengatur fitur Adaptive Cruise Control Honda Sensing

JAKARTA, KOMPAS.com - Fitur cruise control pasti sudah tidak asing lagi bagi sebagian pengemudi di Indonesia. Fitur ini berfungsi agar kecepatan mobil konstan tanpa harus menginjak pedal gas.

Pada dasarnya fitur ini diciptakan agar pengemudi dapat mengistirahatkan kakinya sejenak dan tdiak harus terus menginjak pedal gas.

Oleh sebab itu sebaiknya fitur ini hanya digunakan untuk perjalan jauh dan kondisi jalanan yang berkarakter cepat dan relatif lengang.

Seperti contoh, saat mobil berada pada kecepatan minimal 60 km per jam (Kpj). Saat pengemudi sudah memacu kendaraan pada kecepatan ini.

Cukup dengan menekan tombol cruise control yang berada di dekat kemudi, setelah itu mobil bisa melaju konstan.

Baca juga: Xpander Kembali Melemah, Berikut Daftar LMPV Terlaris pada Januari 2020

“Fitur ini akan sangat berguna ketika pengemudi menempuh jarak jauh, karena tidak perlu menginjak pedal gas. Otomatis pengemudi juga akan lebih nyaman dan tidak mudah lelah ketika berkendara” ujar Head Product Improvement/EDER Dept Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriadi, ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (07/03/2020).

Fitur Adaptive Cruise Control (ACC).Honda Prospect Motor Fitur Adaptive Cruise Control (ACC).

Baca juga: Bus Karoseri Tentrem dengan Kepala Jenong

Meskipun fitur ini akan tidak berfungsi lagi ketika pengemudi menginjak pedal rem, sebaiknya pengemudi tetap fokus dan tidak lengah saat berkendara.

Karena jika salah, potensi celaka bisa saja terjadi dan menyebabkan tabrakan dengan kendaraan lain.

Kebiasaan buruk

Seperti yang disampaikan oleh Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, ia menilai kebiasaan pengemudi di Indonesia ketika di jalan tol kurang baik, berbeda dengan luar negeri.

Sebagai contoh sering berpindah lajur secara mendadak, sehingga bisa membahayakan pengemudi lain yang sedang menggunakan fitur tersebut.

“Ketika pengemudi sering pindah jalur, otomatis kecepatan yang sudah diatur menggunakan fitur tersebut akan kembali lagi seperti biasa, belum lagi kalau sering berpindah lajur, bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas,” ujar Jusri.

Jusri menyarankan untuk menggunakan fitur tersebut sesuai dengan porsi atau kondisi lalu lintas di jalan Tol, jangan sampai membuat cedera karena mengalami kecelakaan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X