Geneva Motor Show Batal Karena Virus Corona, IIMS 2020 Masih Sesuai Jadwal

Kompas.com - 01/03/2020, 13:53 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Dyandra Promosindo, penyelengara Indonesia International Motor Show (IIMS) 2020 mengatakan, jadwal perhelatan pameran masih sesuai jadwal yaitu pada 9-19 April mendatang.

Keraguan soal jadwal pelaksanaan ini menyangkut dampak peredaran wabah virus Covid-19 alias Corona yang makin meluas. Bahkan membuat pameran Geneva International Motor Show (GIMS) 2020 resmi dibatalkan.

"Kalau Geneva kemudian F1 itu mayoritas yang hadir memang orang luar. Sedangkan di IIMS, meski merek yang dijual banyak dari luar negeri tapi mayoritas pengunjungnya lokal," kata Hendra Noor Saleh, Presiden Direktur Dyandra kepada Kompas.com, Minggu (1/3/2020).

Baca juga: Kymco Bakal Boyong Dua Model Baru di IIMS 2020

Wuling Almaz KOMPAS.com/Gilang Wuling Almaz

Kohen mengatakan, dua merek asal China yang eksis di Indonesia yaitu Wuling dan DFSK meski berasal dari negara asal virus Corona tapi jika ikut pameran di Indonesia maka lebih banyak orang lokal.

"Bahkan kan pemerintah China sudah melarang pergi warganya sejak beberapa bulan lalu. jadi yang disini pun orang kita," katanya.

Meski demikian Kohen mengatakan Dyandra sebagai penyelenggara tetap terus memantau kondisi terkini. Adapun jika memang penyebaran virus Corona terus meluas maka parameter yang dipakai ialah pemerintah.

Baca juga: Ada Kompetisi Kustom dan Drag Race Motor Listrik di IIMS 2020

SPG Geneva Motor Show 2017www.autoevolution.com SPG Geneva Motor Show 2017

"Kami terus memantau, semoga tidak memburuk tapi kalau terus memburuk kita lihat pemerintah. Bisa saja direvisi (jadwal) kalau memang pemerintah mengeluarkan aturan atau WHO atau badan terkait bilang begitu," kata Kohen.

Kohen mengatakan keselamatan merupakan yang utama. Hal itu terbukti di gelaran Dyandra yang lain yaitu Indonesia International Furniture Expo (IFEX) yang dibatalkan karena khawatir dengan penyebaran virus Corona.

"IFEX 2020 contohnya rencananya itu Maret kita gelar tapi batal, sebab walau penjualnya orang kita tapi mayoritas semua pembelinya orang luar negeri. Jadi kita juga lihat probabilitasnya, keselamatan utama," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.