Ini Tujuan Tes Psikologi SIM Diberlakukan di Solo

Kompas.com - 15/02/2020, 09:12 WIB
Pemohon SIM dan yang akan melakukan perpanjangan diwajibkan mengikuti tes psikologi. satlantas polresta surakartaPemohon SIM dan yang akan melakukan perpanjangan diwajibkan mengikuti tes psikologi.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Mulai Senin (24/2/2020), Satlantas Polresta Solo akan memperlakukan aturan baru terkait pemohon Surat Izin Mengemudi ( SIM) baru maupun yang akan melakukan perpanjangan.

Nantinya para pemohon tidak hanya mengikuti ujian praktik maupun tertulis. Tetapi, akan mengikuti tes kesehatan jasmani atau KIR dan juga rohani yakni berupa tes psikologi.

Tes psikologi merupakan aturan baru yang akan mulai diterapkan tahun ini, salah satunya di Polresta Solo.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni mengatakan, pemberlakuan tes psikologi ini untuk mengetahui kondisi kesehatan rohani pemohon.

“Masa berlaku SIM adalah lima tahun dan selama itu kan kondisi psikologi seseorang fluktuatif, ada yang berkembang menjadi lebih baik. Tetapi ada juga yang tidak, maka perlu dilakukan tes psikologi,” kata Busroni kemarin.

Baca juga: Satlantas Solo Akan Berlakukan Tes Psikologi Bagi Pemohon SIM

Tes psikologi ini tambah Busroni juga untuk mengetahui kondisi psikologi seorang pengendara saat berada di jalan raya.

Pos tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat. Foto diambil Kamis (21/6/2018).RIMA WAHYUNINGRUM Pos tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat. Foto diambil Kamis (21/6/2018).

Terutama bagaimana pengendara menghadapi suatu kejadian di jalan, seperti kecelakaan, mencelakai orang lain atau bertanggung jawab terhadap kerugian materiil yang terjadi.

“Bagaimana seorang pengendara ini menghadapi sesuatu di jalan raya dan tidak egois, menjaga etika berkendara dan menghormati pengendara yang lainnya,” ujarnya.

Busroni membantah jika tes psikologi ini akan semakin mempersulit para pemohon SIM. Menurutnya, tes psikologi ini sangat diperlukan untuk kondisi lalu lintas saat ini.

Baca juga: Tes Psikologi Pemohon SIM Tak Harus di Satpas

“Bukan ribet, ini menscreening memfilter karena saat ini kecelakaan didominasi oleh kesalahan manusia, bukan semata-mata ribet atau tidak ribet,” uapnya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X