Bahan Bakar Solar B40 Bakal Diuji Coba Maret 2020

Kompas.com - 11/02/2020, 12:06 WIB
Petugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun. Aprillio AkbarPetugas menunjukkan sampel bahan bakar B30 saat peluncuran uji jalan Penggunaan Bahan Bakar B30 untuk kendaraan bermesin diesel di halaman Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6/2019). Uji jalan kendaraan berbahan bakar campuran biodiesel 30 persen pada bahan bakar solar atau B30 dengan menempuh jarak 40 ribu dan 50 ribu kilometer tersebut bertujuan untuk mempromosikan kepada masyarakat bahwa penggunaan bahan bakar itu tidak akan meyebabkan performa dan akselerasi kendaraan turun.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) menyebut uji coba mandatori biodiesel 40 persen atau B40 akan dimulai pada Maret 2020.

Ketua Umum Aprobi MP Tumanggor mengatakan bahwa uji coba bahan bakar B40 akan dilaksanakan sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo.

"Saya kira mulai bulan depan, baru tadi saya dapat surat dari badan penelitian migas suapaya mengirimkan bahan bakunya untuk diujicobakan. Presiden meminta program ini harus mulai berjalan pada Januari 2021," katanya di Jakarta, Senin (10/2/2020).

"Jadi harus dilakukan uji coba, road test dahulu (sebelum diterapkan tahun depan)," lanjut Tumanggor.

Baca juga: Persiapan Diri Mitsubishi Fuso Menghadapi Bahan Bakar B30

DFSK Super Cab ikut dalam uji coba bahan bakar BBM Solar B30DFSK DFSK Super Cab ikut dalam uji coba bahan bakar BBM Solar B30

Menurutnya, nanti akan diujicoba dua model untuk program B40. Pertama, yakni dengan memasok fatty acid methyl ester (FAME) sebagai campuran membuat biodiesel langsung dengan kadar 40 persen.

"Atau CPO-nya (Crude Palm Oil) diproses melalui destilasi (penyulingan). Kalau destilasi bagaimana, kalau FAME bagaimana, kita lihat hasilnya nanti," ujar dia.

Baca juga: Jangan Salah, Ini Arti Huruf dan Angka pada Mobil Transmisi Matik

Adapun terkait program B30 yang resmi berjalan di tahun ini, Tumanggor mengatakan bahwa tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaannya.

"Sampai saat ini baik dari perusahaan otomotifnya, segi penyaluran dari Pertamina, demikian juga suplai dari para produsen, semua berjalan sesuai rencana," katanya.

Sebanyak 9,6 juta kiloliter bahan bakar dari minyak kelapa sawit tahun ini ditargetkan bisa diserap untuk program B30.

Dengan jumlah tersebut, diperkirakan kebutuhan bahan bakar minyak nabati yang dibutuhkan untuk program itu mencapai sekitar 800.000 KL.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X