Mekanisme Pembuatan SIM Harus Diubah, Ini Tanggapan Polisi

Kompas.com - 31/01/2020, 10:52 WIB
Ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives Ujian praktik SIM A dan C menggunakan sistem e-Drives
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasal 77 ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Gugatan dilayangkan oleh Marcell Kurniawan dan Roslianna Ginting pada Selasa (28/1/2020) Keduanya meminta MK menguji penggunaan kata "belajar sendiri" yang terdapat pada pasal tersebut.

Pasal 77 atay 3 itu berbunyi, "Untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi, calon Pengemudi harus memiliki kompetensi mengemudi yang dapat diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan atau belajar sendiri."

Baca juga: Pasal 77 ayat 3 soal Cara Dapatkan SIM Digugat ke Mahkamah Konstitusi

Saat cuaca buruk melanda kembali Kota Tasikmalaya, mobil sedan BMW alami kecelakaan tunggal terjun ke sawah akibat pecah ban dan jalanan licin di Jalan Sewaka Kota Tasikmalaya, Kamis (30/1/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Saat cuaca buruk melanda kembali Kota Tasikmalaya, mobil sedan BMW alami kecelakaan tunggal terjun ke sawah akibat pecah ban dan jalanan licin di Jalan Sewaka Kota Tasikmalaya, Kamis (30/1/2020).

Marcell yang juga Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, kata ''belajar sendiri'' artinya orang belajar secara otodidak. Padahal sebaiknya dalam mengemudi, teknik penguasaan sebaiknya diajari profesional.

Marcell mengatakan arah gugatan ini agar sebelum orang mengajukan SIM, maka orang tersebut harus dites lebih dulu terkait kemampuanya oleh lembaga sertifikasi kompetensi.

"Kita harus samakan persepsi dulu bahwa tes di polda (ujian SIM) bukan tes uji kompetensi, tes itu ialah uji lisensi. Jadi kepolisian tidak mengeluarkan sertifikasi kompetensi melainkan lisensi, ijin mengemudi," katanya kepada Kompas.com.

Baca juga: Prosedur Membuat SIM di Indonesia Harus Diubah

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi (Kasie) SIM Subdit Regident Ditlantas Polda Metro Jaya AKP Lalu Hedwin, mempertanyakan uji kompetensi yang dimaksud dalam ujian SIM yang dilaksanakan kepolisan.

"Itu pernyataan mereka dalam memaknai uji kompetensi yang dimaskud beliau seperti apa, pastinya kami melaksakan ujian itu berdasarkan yang sudah ditentukan yaitu ada uji teori dan uji keterampilan yaitu ujian praktik," kata Hedwin kepada Kompas.com, Jumat (31/1/2020).

Hedwin tidak ingin berpolemik soal definisi kompetensi, atapun menanggapi usulan ada lembaga khusus yang mengukur kompetensi mengemudi.

"Kalau mengenai uji kompetensi harus disinkronkan dulu sebelumnya apa itu uji kompetensi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.