Strategi Keluarga Muda yang Ingin Kredit Mobil

Kompas.com - 21/01/2020, 17:22 WIB
Kolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019) KOMPAS.com/ Ryana AryaditaKolong tol Becakayu dijadikan tempat berjualan mobil bekas, Jakarta Timur, Senin (11/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com – Memiliki mobil masih jadi mimpi sebagian orang, terutama bagi keluarga muda yang butuh alat transportasi memadai.

Dengan memiliki mobil, seluruh anggota keluarga dan barang bawaan bisa dibawa dengan aman serta nyaman, setidaknya untuk akhir pekan.

Namun, keterbatasan pemasukan atau jumlah cicilan yang sudah cukup banyak, jadi batu sandungan untuk segera memiliki mobil. Terutama bagi orang-orang yang memiliki penghasilan di bawah Rp 10 juta per bulan.

Satu-satunya cara agar bisa memiliki mobil adalah dengan membelinya secara kredit. Calon konsumen bisa dengan menabung dulu di awal untuk pembayaran tanda jadi atau DP, misalkan untuk mobil bekas seharga Rp 80 juta.

Baca juga: Daftar Merek Mobil yang Harga Bekasnya Jatuh

Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). Bazar yang diikuti puluhan showroom mobil bekas di Surabaya dan Sidoarjo tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/17 *** Local Caption ***  ANTARA FOTO/ZABUR KARURU Pengunjung mengamati mobil bekas yang dipamerkan pada ajang Bazaar Mobil Bekas di JX International Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/8/2017). Bazar yang diikuti puluhan showroom mobil bekas di Surabaya dan Sidoarjo tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya beli dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/kye/17 *** Local Caption ***

“Sebagai awalan harus persiapkan DP, biasanya 20 persen dari harga jual mobil. Misal dengan menabung 2 atau 3 tahun sebelumnya,” ujar Budi Rahardjo, Perencana Keuangan OneShildt Financial Planning, kepada Kompas.com (21/1/2020).

Untuk membayar cicilan, Budi menyarankan calon pembeli mobil untuk menyisihkan 15 persen sampai 20 persen dari total penghasilan per bulan untuk melunasi kewajiban.

Umpamanya gaji Anda sebesar Rp 6 juta, artinya harus menyiapkan dana sekitar Rp 1 jutaan sampai 1,5 jutaan untuk bayar angsuran.

Baca juga: Mau Beli Xpander, Harus Punya Gaji Minimal Rp 18 Juta per Bulan

Ilustrasi mobil bekas di segmen Low MPVKompas.com/Setyo Adi Ilustrasi mobil bekas di segmen Low MPV

Selain itu, konsumen disarankan mengambil jangka waktu cicilan atau tenor maksimal 3 tahun atau 36 kali. Sebab biaya pemakaian mobil semakin lama akan membesar, terutama untuk biaya perawatan, pajak, dan lainnya.

“Tapi kalau mobil dipakai untuk usaha atau taksi online, enggak masalah tenornya panjang. Soalnya pendapatan dari usaha tersebut dapat menutupi pengeluaran dari mobil,” kata Budi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X