Vespa Lawas Tidak Punya Standar Samping, Ini Alasannya

Kompas.com - 15/01/2020, 11:36 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial dan Vespa Sprint 1963 miliknya. Gambar diambil pada di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (22/7/2019). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAWali Kota Bandung Oded M Danial dan Vespa Sprint 1963 miliknya. Gambar diambil pada di rumah dinasnya, Jalan Dalemkaum, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (22/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika diperhatikan, banyak Vespa klasik, yang masih menggunakan mesin 2-tak, tidak dilengkapi dengan standar samping. Padahal, standar samping dinilai cukup praktis jika motor ingin diparkir.

Bambang atau yang akrab disapa Om Beng, pendiri Indonesia Vespa Days, mengatakan, generasi awal Vespa sebenarnya menggunakan standar samping dalam bentuk bongkahan besi yang ditempel di pinggir dek. Tapi, jelang memasuki tahun '50-an, model standar tersebut tidak digunakan lagi.

Baca juga: Kenali Bagian Vespa Klasik yang Sering Keropos

"Dari sisi teknis, salah satunya kekuatan pinggir dek tidak akan bertahan lama dibanding bila beban keseluruhan ditopang di tengah dek dalam bentuk standar tengah," ujar Om Beng, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Deretan Vespa klasik yang akan direstorasi di Jaduls Scooter Garage.Kompas.com/Donny Deretan Vespa klasik yang akan direstorasi di Jaduls Scooter Garage.

Om Beng menambahkan, alasan teknis lainnya bisa jadi aliran cairan, baik dalam bentuk oli maupun bensin, dapat mempengaruhi karburator. Sebagaimana yang biasa dialami para pemilik Vespa lama dengan istilah "banjir". Walaupun, sudah ada penutup kran bagi bensin.

"Sejauh pengamatan saya, ada beberapa sebab teknis dan kebiasaan yang berbeda-beda dari setiap negara. Layaknya posisi setir mobil, ada yang di kiri dan di kanan. Tapi yang pasti, generasi awal Vespa yang dijual ke publik menggunakan standar samping, walau bentuknya beda sekali dengan yang umum saat ini digunakan," kata Om Beng.

Baca juga: Menakar Biaya Restorasi Vespa 2-Tak

Boedi Soenaryanto, salah satu pecinta Vespa tua asal Surabaya, mengatakan, kalau secara teknis, kemungkinan karena posisi mesin berada di belakang dan berat ke kanan.

"Sekalipun standarnya di sebelah kiri, tetap saja mudah roboh," ujar Budi.

Robby Gozal selaku PR and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, mengatakan, di Eropa standar samping sifatnya optional. Bahkan, masih seperti itu sampai sekarang di beberapa negara di Eropa.

"Alasan lainnya, selain safety adalah karena dek atau foot floor Vespa 2-tak tidak didesain untuk menahan beban motor. Beda dengan Vespa modern yang 4-tak yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga dimungkinkan pemasangan standar samping," kata Robby.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X