Bisakah Mobil yang Terendam Banjir Kembali Normal 100 Persen?

Kompas.com - 04/01/2020, 13:32 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik. WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHASejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi Jalan Gunung Sahari Raya, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (17/1/2014). Hujan lebat yang mengguyur Jakarta sejak pagi, membuat jalan tersebut tergenang dan diperparah sistem drainase yang kurang baik.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir menyebabkan banyak kerusakan pada kendaraan. Mobil yang pernah terendam banjir biasanya meninggalkan beberapa masalah, dari aroma kabin yang tidak sedap, hingga beberapa masalah kelistrikan dan mesin, juga potensi karat.

Lantas, apakah mobil yang pernah terendam banjir bisa kembali normal 100 persen? Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor, mengatakan hal tersebut kembali pada penanganan usai terkena banjir.

“Kalau perbaikan diserahkan kepada profesional, diperbaiki secara menyeluruh, komponen yang rusak diganti dengan yang baru, semua bagian diperhatikan dengan seksama, tentu bekas banjir bisa tidak terlihat lagi,” ujarnya kepada Kompas.com (4/1/2020).

Baca juga: Terendam Banjir, Penanganan Mobil Impor Berbeda dengan CKD

Astra Peugeot sediakan mobil gendong untuk evakuasi mobil yang terkena dampak banjir.Foto: Istimewa Astra Peugeot sediakan mobil gendong untuk evakuasi mobil yang terkena dampak banjir.

Didi mencontohkan, saat ini bengkel resmi tengah banyak menerima mobil-mobil konsumen yang terendam banjir. Jumlahnya bisa mencapai puluhan mobil untuk tiap dealer, khususnya yang terletak di wilayah terdampak banjir.

“Sejak Kamis dan Jumat (2-3/1/2020) kami sudah menerima, jumlahnya tidak sedikit. Apalagi untuk perbaikan mobil yang terkena banjir, satu mobil butuh dua stall, satu untuk mobil, satunya untuk mencopot komponen dan interior mobil,” kata Didi.

“Artinya dari segi waktu sebetulnya tidak bisa cepat. Karena interior mobil butuh penanganan yang tidak biasa, setelah dicuci lalu dijemur, kalau masih bau dicuci lagi berulang kali. Kalau normalnya satu mobil sekitar seminggu, tapi karena bengkel penuh bisa lebih lama,” ucapnya.

Baca juga: Penting Juga Cek Rangka Mobil yang Terendam Banjir

Suasana di bengkel resmi Auto2000 Toyota di Jalan Siliwangi, Bogor pada Minggu (31/12/2017). Bengkel Auto2000 di Bogor merupakan satu dari empat bengkel resmi Toyota yang tetap buka 24 jam selama musim liburan panjang Natal dan Tahun Baru, tepatnya dari 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.KompasOtomotif/Alsadad Rudi Suasana di bengkel resmi Auto2000 Toyota di Jalan Siliwangi, Bogor pada Minggu (31/12/2017). Bengkel Auto2000 di Bogor merupakan satu dari empat bengkel resmi Toyota yang tetap buka 24 jam selama musim liburan panjang Natal dan Tahun Baru, tepatnya dari 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018.

Selain itu, perbaikan mobil yang terendam juga bisa tergantung dari cuaca. Jika cuaca selalu cerah, matahari dapat membantu proses pengeringan. Namun jika tidak ada matahari, proses pengeringan menggunakan alat dan durasinya tidak secepat dengan matahari.

“Jadi kami mengkategorikan mobil yang terkena banjir dalam beberapa level, A, B, C, dan D. Level A yang paling berat seluruhnya terendam banjir, dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, kalau konsumen setuju untuk diperbaiki harap sabar menunggu, karena perbaikannya butuh proses,” ujar Didi.

“Tapi biasanya konsumen punya pertimbangan sendiri, yang tidak rusak tidak usah diganti, atau cukup komponen vital saja yang diperbaiki karena mobil butuh cepat dipakai, jadi kembali lagi ke konsumennya,” katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X