Terendam Banjir, Penanganan Mobil Impor Berbeda dengan CKD

Kompas.com - 04/01/2020, 12:02 WIB
Mobil-mobil warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi yang bertumpukan usai dihanyutkan banjir selama 2 hari, Jumat (3/1/2020). KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANMobil-mobil warga Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kota Bekasi yang bertumpukan usai dihanyutkan banjir selama 2 hari, Jumat (3/1/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com- Bencana banjir yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya turut merendam kendaraan warga. Otomatis, mobil harus segera dilakukan penanganan agar jangan sampai mengalami kerusakan yang lebih parah.

Tetapi, dari sekian banyak mobil yang terendam banjir tentunya tidak semuanya merupakan mobil yang dipasarkan oleh agen pemegang merek ( APM) secara Completely Knock Down ( CKD). Banyak juga merupakan mobil impor atau Completely Built Up ( CBU).

Untuk mobil CBU tentunya tidak diproduksi di dalam negeri. Melainkan didatangkan langsung dari luar negeri atau diimpor.

Baca juga: Ingat, Asuransi Bisa Tolak Mobil Banjir yang Rusak Akibat Water Hammer

Presiden Director Prestige Image Motorcars, Rudy Salim menjelaskan, untuk mobil dipasarkan oleh APM bisa langsung dibawa ke bengkel APM masing-masing. Sehingga, kerusakan mobil bisa segera diketahui dan ditangani secara benar.

Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.AGUS SUSANTO/KOMPAS Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari.

“Untuk mobil APM bisa langsung dibawa ke bengkel APM-nya masing-masing untuk didiagnosis kerusakannya,” ucapnya saat dihubungi KOMPAS.com, Sabtu (4/1/2020).

Tetapi, lanjutnya, untuk mobil yang CBU tidak bisa dibawa ke bengkel resmi atau seperti bengkel APM. Hal ini karena mobil tersebut didatangkan langsung dari luar negeri, termasuk dari sisi ketersediaan suku cadang dan lain sebagainya.

Untuk penanganannya, mobil bisa dibawa ke bengkel yang sudah biasa menangani mobil CBU atau impor.

“Untuk mobil CBU ada banyak bengkel yang dapat melakukan diagnosis kerusakan. Untuk CBU juga sudah ahli karena SDM (sumber daya manusia) biasanya juga pindahan dari bengkel APM,” katanya.

Baca juga: Garda Oto Siapkan Layanan Evakuasi Banjir 24 Jam

Paling penting, menurutnya, saat mobil kebanjiran harus segera ambil tindakan. Apalagi jika pemilik mobil CBU tersebut masih di luar negeri, bisa segera meminta untuk ditowing agar segera didiagnosis.

“Yang harus dilakukan adalah mobil harus segera ditowing agar bisa segera didiagnosis. Apalagi, kalau pemilik mobil tersebut masih berada di luar negeri,” ucapnya.

Mobil pelanggan diselamatkan oleh perusahaan Asuransi akibat banjir di Ibukota, Senin-Selasa (9-10/2/2015).GardaOto Mobil pelanggan diselamatkan oleh perusahaan Asuransi akibat banjir di Ibukota, Senin-Selasa (9-10/2/2015).

Rudy menambahkan, bahwa untuk penanganan setiap mobil berbeda-beda. Bahkan, meskipun mobilnya sama, diservis di tempat yang sama bisa jadi penanganannya berbeda.

“Tergantung hasil diagnosis karena setiap kejadian komponen yang rusak berbeda-beda. Walaupun mobilnya sama di tempat yang sama penanganannya bisa berbeda,” ucapnya.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X