Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Bisakah Mobil yang Terendam Banjir Kembali Normal 100 Persen?

JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir menyebabkan banyak kerusakan pada kendaraan. Mobil yang pernah terendam banjir biasanya meninggalkan beberapa masalah, dari aroma kabin yang tidak sedap, hingga beberapa masalah kelistrikan dan mesin, juga potensi karat.

Lantas, apakah mobil yang pernah terendam banjir bisa kembali normal 100 persen? Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor, mengatakan hal tersebut kembali pada penanganan usai terkena banjir.

“Kalau perbaikan diserahkan kepada profesional, diperbaiki secara menyeluruh, komponen yang rusak diganti dengan yang baru, semua bagian diperhatikan dengan seksama, tentu bekas banjir bisa tidak terlihat lagi,” ujarnya kepada Kompas.com (4/1/2020).

Didi mencontohkan, saat ini bengkel resmi tengah banyak menerima mobil-mobil konsumen yang terendam banjir. Jumlahnya bisa mencapai puluhan mobil untuk tiap dealer, khususnya yang terletak di wilayah terdampak banjir.

“Sejak Kamis dan Jumat (2-3/1/2020) kami sudah menerima, jumlahnya tidak sedikit. Apalagi untuk perbaikan mobil yang terkena banjir, satu mobil butuh dua stall, satu untuk mobil, satunya untuk mencopot komponen dan interior mobil,” kata Didi.

“Artinya dari segi waktu sebetulnya tidak bisa cepat. Karena interior mobil butuh penanganan yang tidak biasa, setelah dicuci lalu dijemur, kalau masih bau dicuci lagi berulang kali. Kalau normalnya satu mobil sekitar seminggu, tapi karena bengkel penuh bisa lebih lama,” ucapnya.

Selain itu, perbaikan mobil yang terendam juga bisa tergantung dari cuaca. Jika cuaca selalu cerah, matahari dapat membantu proses pengeringan. Namun jika tidak ada matahari, proses pengeringan menggunakan alat dan durasinya tidak secepat dengan matahari.

“Jadi kami mengkategorikan mobil yang terkena banjir dalam beberapa level, A, B, C, dan D. Level A yang paling berat seluruhnya terendam banjir, dibutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit, kalau konsumen setuju untuk diperbaiki harap sabar menunggu, karena perbaikannya butuh proses,” ujar Didi.

“Tapi biasanya konsumen punya pertimbangan sendiri, yang tidak rusak tidak usah diganti, atau cukup komponen vital saja yang diperbaiki karena mobil butuh cepat dipakai, jadi kembali lagi ke konsumennya,” katanya.

https://otomotif.kompas.com/read/2020/01/04/133232315/bisakah-mobil-yang-terendam-banjir-kembali-normal-100-persen

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke