Spesifikasi Harley-Davidson yang Diselundupkan di Pesawat Garuda

Kompas.com - 05/12/2019, 19:08 WIB
Barang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK ABarang bukti diperlihatkan pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani buka suara terkait kasus penyeludupan komponen sepeda motor Harley-Davidson oleh maskapai Garuda Indonesia tipe airbus A330-900 neo.

Berdasarkan penyelidikan saat ini, diketahui komponen terpisah tersebut merupakan satu-kesatuan sebagai unit Harley-Davidson klasik tahun 70 bermesin shovelhead beserta suku cadangnya. Menurut Sri Mulyani, moge ini memiliki nilai sekitar Rp 800 juta.

Baca juga: Anak Buah Dirut Garuda Pasang Badan untuk Selundupkan Harley Davidson?

Petugas Bea Cukai menyiapkan barang bukti pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Petugas Bea Cukai menyiapkan barang bukti pada konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.

"Saat dilakukan pemeriksaan, tercatat muatan sebanyak 18 koli. Namun oknum hanya lakukan claim sebesar 3 koli dengan isi tambahan dua sepeda Brompton dengan taksiran Rp 50 sampai Rp 60 juta," katanya di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

Akibat kejadian ini, kerugian negara diperkirakan sebesar Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar.

Melansir laman cycleworld, motor gagah klasik ini merupakan kendaraan ikonik di Amerika Serikat (AS). Mesin diproduksi antara tahun 1966 sampai 1984 dan menjadi jantung mekanis buas berkarakter unik.

Mesin shovelhead memiliki keunggulan tenaga tambahan dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien dari model sebelumnya, Panhead.

Baca juga: Kronologi Penyelundupan Harley-Davidson di Pesawat Garuda Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu  Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kiri) bersama Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kanan) dan Dirjen Bea Cukai Kemenkeu Heru Pambudi (kiri) melihat barang bukti motor Harley Davidson saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu berhasil mengungkap penyelundupan sepeda motor Harley Davidson pesanan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk, I Gusti Ngurah Askhara dan dua sepeda Brompton beserta aksesorisnya menggunakan pesawat baru Airbus A330-900 Neo milik Garuda Indonesia.

Namun mesin jenis ini punya kekurangan, yaitu sistem pendingin yang kurang baik sehingga menyebabkan panas dan cepat terjadi overheat. Oli juga berpotensi menggenang di kepala silinder dan di bak mesin, membuat mesin tersebut jadi sangat panas.

Disebutkan pula bahwa kapasitas mesin shovelhead paling favorit ialah 1338 cc, dengan tenaga 60 daya kuda, 64 daya kuda, dan 67 daya kuda.

"AA selaku direksi Garuda Indonesia memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson tipe Shovelhead sejak 2018, lalu baru melakukan pembelian di April 2019. Proses transaksi melalui transfer rekening di Jakarta ke Finance Manager Garuda di Ansterdam. Motor ini tahun 70an," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.



Sumber cycleworld
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X