Menuju Industri Otomotif 4.0, Ekspor Kendaraan Naik 28 Persen

Kompas.com - 04/12/2019, 15:41 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri otomotif termasuk ke dalam sektor manufaktur yang dinilai mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satunya adalah melalui ekspor dan kendaraan listrik.

Perkembangan teknologi sudah memasuki otomasi atau era revolusi industri 4.0, yang diprediksi akan mempengaruhi kecepatan perkembangan industri otomotif ke depannya. Sehingga, dengan adanya perkembangan teknologi dan otomasi dalam industri otomotif, maka proses efisiensi akan tercipta. Bahkan, bisa menghemat beban industri.

Baca juga: Ekspor Motor Positif, Disebut Akan Capai Target

Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, mengatakan, produksi dan penjualan otomotif nasional sejak 2013 sampai 2018 telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit/tahun. Tak sedikit industri komponen lokal yang ikut bertumbuh seiring dengan adanya peningkatan produksi tersebut.

Diskusi kesiapan industri otomotif menuju era 4.0Kompas.com/Donny Diskusi kesiapan industri otomotif menuju era 4.0

"Saat ini, ekspor kita sudah meningkat 28 persen. Kita sudah mengekspor ke lebih dari 80 negara. Hal ini menunjukkan produk buatan kita kompetitif di dunia," ujar Putu Juli, dalam diskusi bertajuk "Economic Outlook: Kesiapan Industri Otomotif Menuju Era 4.0", yang digelar oleh IDX Channel, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/12/2019).

Putu Juli menambahkan, ada lima negara yang menjadi tujuan utama ekspor, yaitu Filipina, Saudi Arabia, Jepang, Meksiko, dan Vietnam. Sementara, pemerintah menargetkan industri otomotif mampu mencapai kapasitas produksi sebanyak 1,5 juta unit kendaraan pada 2020.

Baca juga: Toyota Indonesia Jajaki Daerah Baru Tujuan Ekspor

"Otomotif industri Indonesia menunjukkan optimisme bahwa di tahun 2025, ekspor kendaraan secara CBU dapat mencapai angka lebih dari 1 juta unit," kata Putu Juli.

Kementerian Perindustrian juga akan memastkan penerapan industri 4.0 tidak akan menggantikan atau mengurangi peran tenaga kerja manusia. Tapi, justru mendorong peningkatan kompetensi mereka untuk memahami penggunakan teknologi terkini di bidang industri.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X