Kenapa Spooring dan Balancing pada Mobil Perlu Rutin?

Kompas.com - 21/11/2019, 09:02 WIB
Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan. vishvastyres.comBalancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.

JAKARTA, KOMPAS.com – Proses spooring atau wheel alignment yang dalam bahasa Indonesia berarti penyelarasan roda mobil, sudah menjadi tugas rutin bagi para pemilik kendaraan. Kebiasaan yang sering melewati jalan dengan kondisi tidak menentu, membuat setelan roda berubah.

Hal ini terjadi lantaran roda mengalami kontak langsung dengan permukaan jalan. Roda akan mendapat efek saat ban mobil menghajar jalan berlubang atau rusak.

“Efek paling terasa setir tidak bisa lurus dan mobil terasa liar dikendarai, setir terasa lari-larian, masalah itu muncul dari roda,” ucap Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, kepada Kompas.com berapa waktu lalu.

Baca juga: Manfaat Merawat Kestabilan Roda Mobil

Ilustrasi proses spooring ban mobilliveabout.com Ilustrasi proses spooring ban mobil

Selain berpengaruh pada pengendalian atau handling, berubahnya setelan roda mobil juga bisa menyebabkan ban rusak. Sebab dengan kemiringan yang berubah, titik tumpuan mobil saat diisi beban juga berganti.

Belum lagi efek ban habis yang tidak merata karena perubahan tersebut. Untuk memperbaikinya, diperlukan wheel alignment yang menyetel sudut camber, caster, dan toe.

“Ban yang habisnya tidak merata terjadi karena ada bagian yang tertarik, makanya saat proses spooring atau balancing sebaiknya sambil dilakukan rotasi ban,” katanya.

Baca juga: Roda Mobil Terjebak di Pasir, Jangan Asal Gas

Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Kmbavarianautotechnik.com Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Km

Deni mengatakan sebetulnya tidak ada patokan waktu yang baku untuk melakukan spooring atau balancing. Asal posisi kemudi masih baik-baik saja, tidak ada kendala dalam pengendalian, roda mobil bisa dikatakan aman.

“Namun sesuai anjuran pabrikan, idealnya spooring dilakukan setiap enam bulan sekali atau 10.000 Km. Sambil mengecek kembangan ban juga, apakah habisnya rata atau tidak,” katanya.

Apalagi dengan kondisi jalan yang relatif masih belum mulus seluruhnya, dan sering memacu mobil dalam kecepatan tinggi. Besar kemungkinan setelan roda pasti berubah.

“Ujung-ujungnya spooring atau balancing juga bisa menghindari terjadinya kerusakan pada komponen kaki-kaki lainnya,” ucap Deni.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X