Ingat Lagi Bedanya Spooring dan Balancing pada Mobil

Kompas.com - 21/11/2019, 08:32 WIB
Ilustrasi proses spooring ban mobil liveabout.comIlustrasi proses spooring ban mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Roda menjadi menjadi satu-satunya bagian mobil yang berhubungan langsung dengan permukaan jalan saat melaju. Kestabilan dan kenyamanan saat berkendara amat tergantung dari setelan roda mobil.

Oleh karena itu, bagian roda dan kaki-kaki perlu dapat perhatian lebih dengan memanfaatkan spooring dan balancing. Pada prinsipnya, layanan ini mengembalikan setelan roda seperti semula agar nyaman dikendalikan dalam kecepatan berapapun.

“Cara mengetahui mobil sudah perlu spooring adalah dengan mengendarai pada kecepatan rendah,” ujar Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Pentingnya Mengembalikan Keseimbangan Roda Mobil

Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Kmbavarianautotechnik.com Spooring dan balancing perlu dilakukan secara rutin tiap 10.000 Km

“Di sekitar 40-50 kpj, kalau setir mobil belok sendiri ke kanan atau kiri, istilahnya lari sendiri itu perlu dilakukan spooring,” katanya.

Spooring dilakukan saat posisi setir tak sama dengan posisi roda. Makanya posisi roda harus dikembalikan pada posisi idealnya dengan cara mengatur front wheel alignment.

Deni mengatakan, proses ini dilakukan dengan menyetel sudut camber dan sudut caster. Sebab saat posisinya melenceng terlalu jauh, mobil jadi lebih susah dikendalikan.

Baca juga: Roda Mobil Terjebak di Pasir, Jangan Asal Gas

Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.vishvastyres.com Balancing roda mobil dilakukan dengan menempel besi atau timah kecil pada titik yang perlu diseimbangkan.

Sementara itu, ban yang perlu di-balancing dapat diketahui saat mobil berjalan dalam kecepatan tinggi. Misalnya saat kecepatan 100 kpj ada getaran yang terasa ke dalam kabin.

“Getaran ini biasanya karena antara ban sebelah kanan dan kiri tidak seimbang, dengan mesin balancing dia akan membaca titik mana di bagian roda yang butuh diseimbangkan,” ucap Deni.

Titik tersebut akan ditempel besi atau timah kecil sebagai penyelaras keseimbangan. Setelah ditempeli alat itu bobot roda pun seimbang, sehingga getaran yang timbul bisa hilang atau paling tidak diminimalisir.

“Ibaratnya ban ditimbang, sisi kanan dan kiri harus zero,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X