Cerita Persiapan Rio dan David Menuju Asian Le Mans Series

Kompas.com - 07/11/2019, 11:02 WIB
Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro Pulang ke Tanah Air dengan Membawa Trofi SRORio Haryanto dan David Tjiptobiantoro Pulang ke Tanah Air dengan Membawa Trofi
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rio Haryanto dan David Tjipto akan kembali berlaga di ajang balap internasional Asian Le Mans Series. Duo pebalap T2 Motorsports ini akan berusaha mengharumkan nama Indonesia, bersama satu pebalap asing, Christian Colombo.

Ketiganya akan silih berganti untuk bertanding memperebutkan banyak putaran selama empat jam penuh. Seri pertama akan berlangsung di Shanghai International Circuit, China, pada 22 November mendatang.

Sebagai pebalap pertama asal Indonesia yang sudah mencicipi ajang Le Mans 24 Hour, David sedikit membeberkan beberapa tantangan ketika berlaga di uji ketahanan. Menurut dia, kunci paling penting adalah bagaimana menjaga konsistensi.

Baca juga: Rio Haryanto dan David Tjiptobiantoro Siap Berlaga di Korsel

"Tugas kita bertiga adalah konsistensi, jadi tiap lap time tidak boleh ada fluktuasi. Kalau dari siapa yang bawa duluan itu biasanya ditentukan place engineer, umumnya satu orang itu 60 menit," ujar David kepada wartawan, di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/11/2019).

Lebih lanjut David menjelaskan pada dasarnya dalam balap uji ketahanan, selain persiaan fisik juga dibutuhkan taktik dalam mengatur strategi agar selama balap berlangsung lap time-nya bisa terus meningkat.

Mobil Ferrari 488 GT3 yang akan dikemudikan Rio Haryanto dan Gregory Teo pada seri ketiga Blancpain World Challenge Asia 2019 di Sirkuit Suzuka, Jepang.KOMPAS.COM/NUGYASA LAKSAMANA Mobil Ferrari 488 GT3 yang akan dikemudikan Rio Haryanto dan Gregory Teo pada seri ketiga Blancpain World Challenge Asia 2019 di Sirkuit Suzuka, Jepang.

Sementara dari segi rintangan, menurut David paling berat itu ketika daya konsentrasi mulai menurun. Hal ini umum terjadi karena kondisi berkendaran yang cukup lama, dan akan lebih buruk lagi ketika kondisi tubuh juga tidak prima.

"Latihan secara fisik sudah pasti, kardio, endurance, menghafalkan trek lagi, komunikasi dengan tim. Paling penting itu jangan sampai miskomunikasi, agar engineering bisa tahu apa yang dibutuhkan dan bagaimana mengatasinya," kata David.

Tidak lupa, David juga mengatakan penting bagi pebalap untuk memperhatikan kondisi mobil, terutama dari ban dan juga mesin. Dalam kondisi balap ketahanan, umumnya mesin bisa overheat karena terus menerus digeber.

Baca juga: Rio Haryanto Juga Didorong dapat Wild Card di Formula E

Begitu juga dengan Rio, meski menjelaskan akan cukup berat karena baru pertama kali turun di balap ketahanan, tapi secara kesiapan dia menggaku sudah melakukan beberapa latihan khusus layaknya David.

Rio Haryanto dan David Tjipto siap berlaga di Asian Le Mans Series Rio Haryanto dan David Tjipto siap berlaga di Asian Le Mans Series

Rio juga mengatakan sejauh ini dari segi adaptasi dengan mobil tidak ada masalah, karena sebelumnya pun sudah digunakan dalam ajang Blancpain GT World Challenge Asia, bahkan dari empat seri yang akan diikuti, tiga lintasan sudah pernah dijajal.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X