Dilema SPKLU dan Populasi Mobil Listrik BMW

Kompas.com - 16/10/2019, 09:22 WIB
Mobil listrik BMW i3s dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIMobil listrik BMW i3s dipamerkan saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2019 di Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2019). BMW i3s hadir dengan motor listrik bertenaga 184 tk dengan torsi 270 Nm. Mobil baru ini dapat melesat dari diam hingga 100 kilometer per jam dalam waktu 6,9 detik.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lewat Perpres No 55 tahun 2019, pemerintah mengupayakan percepatan kendaraan listrik di Indonesia. Namun banyak hal yang mesti dipersiapkan agar kendaraan listrik dapat diterima masyarakat.

Salah satunya ialah ketersediaan cas baterai mobil listrik alias Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum ( SPKLU). Namun, melihat populasi mobil listrik yang masih kecil, BMW yang menjual mobil elektrik murni yakni BMW i3s, menyatakan, belum berniat menambah unit SPKLU.

Baca juga: PLN Kasih Diskon Tarif Listrik 30 Persen buat Pemilik Mobil Listrik

"Kalau untuk saat ini kita fokus ke kerja sama pemasangan di rumah. Karena untuk pembelian kendaraan listrik BMW sudah dilengkapi charging station, jadi lengkap dengan BMW wall box," kata Direktur Komunikasi BMW Indonesia Jodie Otania, di Jakarta, Senin (14/10/2019).

Jodie mengatakan, pengisian daya di rumah masih jadi pilihan sebab populasi mobil listrik masih sedikit. Tapi dia juga mendukung upaya PLN yang dikabarkan akan menambah 22 unit SPKLU di Jakarta sampai akhir 2019.

"BMW bekerja sama dengan PLN untuk memastikan konsumen menerima semua benefit, mulai adanya potongan harga (tarif listrik). Jadi yang dikomunikasikan ialah keuntungan mobil listrik," katanya.

Baca juga: Punya Kendaraan Listrik Bisa Ngecas Gratis di Kantor PLN

BMW i3 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta BMW i3 ikut ramaikan peresmian Formula E di Jakarta

Sebelumnya, untuk mendukung program pemerintah menggalakkan pemakaian kendaraan listrik, PLN (memberikan diskon tarif listrik sebesar 30 persen khusus pemilik mobil listrik agar mendapat keuntungan saat mengisi daya.

Diskon ini diberikan supaya pemilik mobil listrik mendapat keuntungan saat mengisi daya. Diskon tarif ini berlaku dari Agustus sampai Desember 2019, mulai pukul 22.00 - 04.00 waktu setempat.

Selain memberikan diskon tarif listrik 30 persen, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), bahkan juga mengratiskan setiap pemilik kendaraan listrik yang ingin mengisi daya di kantor PLN.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X