Solar Truk Dibatasi, Ini Reaksi Asosiasi Pengusaha Truk

Kompas.com - 23/09/2019, 17:51 WIB
Sejumlah truk melintasi Jalan Raya Narogong-Siliwangi di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi. KOMPAS.COM/VITORIO MANTALEANSejumlah truk melintasi Jalan Raya Narogong-Siliwangi di Kecamatan Rawalumbu, Bekasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - BPH Migas sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) No. 3865.E/Ka.BPH/2019 tentang pengendalian kuota jenis bahan bakar minyak tertentu tahun 2019, khususnya terkait pemanfaatan solar subsidi untuk truk.

Surat edaran ini tidak mendapat sambutan baik dari kalangan pengusaha truk se-Indonesia.

Ada dua aspek di dalam surat edaran ini, yaitu pembatasan pembelian dan pelarangan pembelian. Pembatasan diberlakukan untuk kategori truk angkutan barang roda enam ke bawah.

Baca juga: Pembelian Solar Subsidi Mulai Dibatasi

Sedangkan pelarangan, diberlakukan untuk angkutan barang yang menggunakan truk lebih dari enam roda, khususnya truk trailer pengangkut komoditas ekspor impor.

Hari Senin, 23 September 2019, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo) menggelar Rapat Koordinasi Nasional DPP, DPD, dan DPC seluruh Indonesia di Graha Aptrindo, Jakarta.

Dalam hasil rapat tersebut, ada lima poin yang disampaikan sebagai bentuk tanggapan dari surat edaran BPH Migas. Berikut kelima poin tersebut:

Pernyataan sikap Aptrindo terhadap surat edaran BPH Migas.Istimewa Pernyataan sikap Aptrindo terhadap surat edaran BPH Migas.

Kyatmaja Lookman, Wakil Ketua Umum Aptrindo, mengatakan bahwa surat edaran tersebut menimbulkan ketidakpastian bagi para pengusaha truk.

"Konsumsi biosolar tidak boleh, padahal harga acuan angkut di Rp 5.150. Kemudian, supir minta ongkos tambahan, kita tagih ke konsumen tidak mau bayar," ujar Kyatmaja, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Aptrindo Keluhkan Sedikitnya Regenerasi Sopir Truk

Kyatmaja menambahkan, banyak yang harus isi Pertadex. Tapi, konsumen tidak mau mengganti, karena masih berpatokan dengan harga bahan bakar subsidi.

Permasalahan ini sudah berjalan selama seminggu dan para pengusaha truk tersebut mengaku rugi akibat pembatasan bahan bakar ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X