PLN Siapkan Ultra Fast Charging Station, Pengecasan Hanya 20 Menit

Kompas.com - 04/09/2019, 12:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menegaskan komitmennya dalam mendukung program percepatan kendaraan bermotor listrik. Salah satu langkah yang mereka lakukan adalah dengan menyediakan Ultra Fast Charging Station.

Ikhsan Asaad, General Manager PLN Disjaya, mengatakan bahwa PLN sudah menyiapkan satu unit Ultra Fast Charging Station. Kemampuan pengecasanngmya diklaim di atas Fast Charging Station.

Baca juga: Cerita Ridwan Kamil Tes Motor Listrik Operasional PLN

"Ultra Fast ini 150 kW, jadi mengecas 20 menitan kurang lebih, langsung penuh," ujar Ikhsan, kepada wartawan, di sela-sela Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Pengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Pengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.

Ikhsan menambahkan, untuk penempatan Ultra Fast Charging Station ini rencananya akan dilakukan di sekitaran Monas, Jakarta Pusat. Namun, belum mendapat lampu hijau dari Gubernur DKI Jakarta.

"Kita lagi minta izin sama Gubernur, supaya ditempatkan di tempat-tempat yang strategis di Jakarta, misalnya Monas," kata Ikhsan.

Baca juga: Dualisme Charger Mobil Listrik Antara Pertamina dengan PLN

PLN Disjaya baru akan membangun satu stasiun pengisian ultra fast untuk tahun ini. Namun, ada PLN juga akan membangun tiga stasiun fast charging 50 kW dan 10 stasiun normal charging.

Tahun ini, PLN baru akan membangun satu stasiun ultra fast charging. Sebab, investasinya diklaim cukup mahal. Ikhsan menyebutkan nilai investasinya sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar.

"Kita coba dulu satu, karena memang investasinya cukup mahal. Tahun depan kita tambah lagi. Setidaknya, untuk meyakinkan masyarakat," ujar Ikhsan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.