Harga Bekas Toyota Sienta Tak Sebagus Avanza

Kompas.com - 02/09/2019, 18:42 WIB
Toyota Sienta Limited dengan body kit Modellista, cuma dijual 30 unit dan semuanya berwarna merah. Febri Ardani/otomania.comToyota Sienta Limited dengan body kit Modellista, cuma dijual 30 unit dan semuanya berwarna merah.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Melanjutkan penyegaran beberapa unitnya, PT Toyota Astra Motor (TAM) resmi merilis Sienta facelift, Senin (2/9/2019). Mobil keluarga dengan model pintu geser tersebut hadir dengan ubahan pada sektor tampilan dan kenyamanan.

Namun sentuhan baru yang dilakukan Toyota, rupanya dianggap para pebisnis mobil bekas tak terlalu signifikan. Harusnya Sienta mendapat ubahan yang drastis, terutama dari sektor kabinnya.

"Mungkin dari eksterior tidak terlalu, yang sakarang saja itu cukup minim sekali. Harusnya kabin mendapat ubahan besar, contoh dengan dibuat captain seat pada baris kedua agar lebih lapang atau dibuat lebih futuristik lagi," ujar Manajer Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Detail Ubahan Minimalis Toyota Sienta Facelift

Lebih lanjut Herjanto mengatakan, dari segi persaingan di mobil bekas, Sienta saat ini memang tidak ada rival, apalagi setelah Honda Freed berhenti beredar.

Akan tetapir rata-rata konsumen lebih menyukai Freed lantaran memiliki kabin yang lapang dan modern.

Toyota Sienta Facelift resmi meluncur di Indonesia, Senin (2/9/2019) Toyota Sienta Facelift resmi meluncur di Indonesia, Senin (2/9/2019)

Sementara untuk harga bekas, Sienta lansiran 2017 dengan transmisi matik kisaranya masih sekitar Rp 190 sampai Rp 200 jutaan.

Untuk 2018, model tertinggi yakni tipe Q masih di angka Rp 230-235 jutaan, tergantung dari kondisi dan jarak tempuh pada kilometernya.

Harga tersebut menurut Herjanto mengalami penurunan lantaran konsumennya sangat sedikit. Kebanyakan konsumen masih beralih ke Veloz dengan pertimbangan harga jual yang lebih stabil.

Baca juga: Toyota Sienta Facelift Meluncur, Model Lawas Banting Diskon

"Rata-rata yang laris itu model tertinggi, jarang ada yang angkat kalau yang tengah apalagi yang manual. Tapi memang pasarnya tidak selaris Freed, karena Sienta masih dianggap tanggung, dari sisi kabin sampai mesin, kalau desain tidak begitu pengaruh," ucap Herjanto.

Toyota Sienta dalam Sunday Test Drive bersma Otomania.comSetyo Adi/Otomania Toyota Sienta dalam Sunday Test Drive bersma Otomania.com

Komentar senada juga ikut diutarakan Teddy, salah satu pemilik showroom mobil bekas di MGK Kemayoran.

Menurut Teddy, harga bekas Sienta cenderung turun karena peminatnya yang tidak begitu banyak, bahkan beberapa pedagang pun enggan untuk mengambil bila unitnya tidak mulus.

"Jarang yang mau pegang karena putarannya lama, lalu harganya memang turun. Tahun 2018 itu sekennya masih Rp 225 jutaan lebih lah, tapi kalau barangnya tidak mulus biasanya pedangan malas angkatnya (beli)," ucap Teddy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X