Alasan Polisi Akan Tertibkan Pembuat Pelat Nomor Pinggir Jalan

Kompas.com - 01/08/2019, 09:01 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menanggapi pristiwa pelat nomor palsu, Ditlantas Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polres dan Polsek akan tertibkan jasa pembuatan pelat nomor di pinggir jalan.

Alasannya, sebagaimana dikatakan Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir, pelat nomor atau tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) hanya dikeluarkan oleh Korlantas Polri. Sebab, pembuatan TNKB memiliki spesifikasi teknis (spektek) yang diatur dalam undang-undang.

"Jasa pembuat pelat nomor di pinggir jalan juga harus memiliki dasar minimal ketika ada seseorang yang membuat pelat nomor yakni, harus melansirkan STNK ataupun BPKB. Jika tidak ada dasarnya, harus ditindak," kata Nasir saat dihubungi Kompas.com, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

"Karena kerap kali pengguna jasa membuat nomor kendaraan di luar untuk tujuan tertentu, tidak sesuai dengan STNK maupun BPKB. Sepktek-nya juga tidak sesuai," lanjut Nasir.

Baca juga: Cara Kerja Kamera Tilang Elektronik Deteksi Pelat Palsu

Dalam Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan disebutkan, TNKB harus memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dan cara pemasangan.

Aturan ini diperkuat kembali melalui Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkapolri) Nomor 5 Tahun 2012 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor.

Disebutkan, TNKB dibuat dari bahan yang mempunyai unsur-unsur pengaman sesuai spesifikasi teknis. Unsur pengaman TNKB yakni berupa logo lantas dan pengaman lain yang berfungsi sebagai penjamin legalitas TNKB.

Spesifikasi tersebut di antaranya, berbentuk pelat aluminium dengan cetakan tulisan dua baris yang menunjukkan kode wilayah, nomor polisi, dan kode akhir wilayah serta bulan dan tahun masa berlaku.

Bahannya aluminium dengan ketebalan 1 mm dengan ukuran 250-105 mm untuk roda dua dan roda tiga serta 395-135 mm untuk roda empat atau lebih.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.