Kompas.com - 31/05/2019, 03:31 WIB
Ilustrasi menyalip truk di jalan tol. SamsungIlustrasi menyalip truk di jalan tol.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perjalanan mudik ke luar kota cukup berbahaya jika pengendara tidak ekstra hati-hati, termasuk saat menyalip kendaraan lain. Apalagi untuk menyalip bus, yang dimensinya berbeda dengan mobil biasa, diperlukan teknik khusus.

Usahakan agar kendaraan kita tetap terlihat oleh supir bus dengan cara memberikan jarak antara kendaraan kita.

Perlu diingat, kendaraan besar mempunyai blind spot atau titik yang tidak terjangkau kaca spion cukup besar. Pandangan pada bus pun cukup terbatas, sehingga sering kali tidak mampu untuk melihat dengan jelas kendaraan yang lebih kecil di sekelilingnya.

Baca juga: Pahami Efek Karambol Akibat Tidak Pakai Seat Belt

Jusri Pulubuhu, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan bahwa sekitar 70-an persen kecelakaan di jalan tol terjadi karena menyalip kendaraan lain.

"Kalau memang tidak perlu, sebaiknya jangan menyalip. Hal tersebut berbahaya, karena kita menggunakan jalur orang lain, dan juga menambah kecepatan," ujar Jusri, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jusri menambahkan, saat menyalip bus atau truk, ada yang namanya "Rumus PDA". "P, penting atau perlu tidak untuk menyalip. Lalu D, dibenarkan tidak posisi kita saat menyalip, seperti jangan menyalip di tanjakan atau turunan, tikungan, jembatan, marka jalan, persimpangan, jalan yang rusak, zebra cross, dan lainnya. Terakhir A, aman tidak untuk menyalip," jelas Jusri.

Baca juga: Obat Tidur Mujarab saat Istirahat di Perjalanan Mudik

Setelah itu, jika Rumus PDA sudah terjawab semua, baru lakukan strategi atau teknik menyalip. Perhatikan kondisi bidang pandang, sebaiknya tetap 50 persen sampai 60 persen, dan jangan terlalu dekat untuk menyalip.

"Selanjutnya, cek spion untuk melihat keadaan di belakang. Jika sudah aman, lakukan head check atau menoleh sekilas untuk memastikan kondisi benar-benar aman untuk menyalip," kata Jusri.

Tidak disarankan untuk memotong secara tiba-tiba di depan bus. Pasalnya, kendaraan besar tersebut memerlukan waktu yang lebih lama untuk pengereman. Penuh perhitungan dan tidak tergesa-gesa juga menjadi kunci untuk bisa aman mendahului bus. Jangan lupa untuk selalu berkomunikasi dengan kendaraan di sekitar, baik dengan memberi isyarat lampu atau klakson.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X