Highside, Insiden Fatal di MotoGP yang Belum Ada Obatnya

Kompas.com - 19/05/2019, 13:02 WIB
Dimas Ekky mengalami highside pada FP3 di sirkuit Le Mans, Prancis.motogp.com Dimas Ekky mengalami highside pada FP3 di sirkuit Le Mans, Prancis.

LE MANS, KOMPAS.com - Saat sesi latihan FP3, Dimas Ekky Pratama mengalami insiden di tikungan terakhir sirkuit Le Mans, Prancis. Pebalap kebanggaan Indonesia ini mengalami kecelakaan yang dinamakan highside.

Mengutip dari MotoGP.com, highside adalah "kecelakaan dimana roda belakang meluncur ke sisi yang berlawanan saat menikung, lalu kembali mendapatkan grip, sehingga membuat motor dan pengendaranya terpelanting."

Baca juga: Dimas Ekky Belum Maksimal, Jorge Navarro Balapan Terdepan di Moto2

Pebalap bisa terpental karena saat ban mendapat grip, sokbreker akan mengalami rebound atau pantulan balik yang cukup keras. Highside sendiri sudah membuat banyak pebalap cedera parah.

Gara-gara highside, mata kaki Mick Doohan remuk dan memaksa ia untuk pensiun. Tahun 2010, Valentino Rossi mengalami patah kaki dan terpaksa absen beberapa seri hingga kehilangan kesempatan menjadi juara dunia.

Cedera yang diakibatkan oleh highside biasanya adalah patah tulang selangka, seperti yang pernah dialami Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa.

Baca juga: Terpelanting di FP3, Dimas Ekky Belum Raih Hasil Maksimal

ECU motor MotoGP cukup pintar untuk bisa melakukan anti-wheelie. Namun, sejauh ini belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan highside akan terjadi.

Lawan dari highside sendiri adalah lowside. Jika highside adalah ban belakang yang meluncur karena kehilangan grip, sebaliknya, lowside adalah ban depan yang kehilangan grip saat menikung.




Close Ads X