Efek Hujan Abu Vulkanik pada Mobil, Filter Udara Jadi Kotor

Kompas.com - 27/12/2018, 12:44 WIB
Abu vulkanik material gunung Agung di salah satu mobil milik warga Banyuwangi Selasa (3/7/2018). KOMPAS.com/IRA RACHMAWATIAbu vulkanik material gunung Agung di salah satu mobil milik warga Banyuwangi Selasa (3/7/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau sudah sampai ke kota Cilegon, Banten pada Rabu (26/12/2018). Selain berdampak buruk bagi kesehatan, juga berpengaruh untuk kendaraan bermotor.

Kepala Bengkel Auto2000 Grand Depok City Deni Adrian mengatakan, abu tersebut akan berpengaruh pada kinerja atau performa mesin. Sebab, filter udara menjadi kotor akibat menghisap debu atau abu tersebut.

"Otomatis filter udara yang menjadi cepat kotor. Efeknya suplai bahan bakar menjadi terhambat dan performa mesin menjadi turun," ucap Deni ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (27/12/2018).

Deni melanjutkan, masyarakat yang beraktivitas menggunakan mobil ketika turun hujan abu, disarankan untuk segera mengganti filter udara, agar performa mesin tidak terganggu atau kembali normal lagi.

Baca juga: Pahami Letak Saringan Udara Skutik Sebelum "Bermain Air"

"Paling penting hanya itu saja, harus diperhatikan saringan udaranya, kalau komponen lainnya tidak masalah, karena ketika mesin mobil menyala filter udara itu menyaring udara dari luar," ujar Deni.

Wiper

Foto mobil berselimutkan abu yang disebut abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi pada Jumat (11/5/2018) beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial.dok. Twitter Foto mobil berselimutkan abu yang disebut abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi pada Jumat (11/5/2018) beredar dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Selain itu, menurut Deni apabila ingin membersihkan debu vulkanik pada bagian kaca depan jangan menggunakan wiper. Sebab, bisa menimbulkan baret pada kaca.

"Jadi sebaiknya dibersihkan dulu menggunakan air dengan cara disiram, kemudian jika abunya sudah hilang baru boleh menggunakan wiper. Kalau pakai wiper langsung, nanti kacanya langsung timbul baret," kata dia.

Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat menambahkan, abu vulkanik itu justru lebih bahaya ketimbang abu pasir biasa, karena secara partikel berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik.

Bahkan, abu tersebut bersifat korosif sehingga ketika membersihkan di bagian kaca harus dibasuh menggunakan air, tidak boleh langsung dilap. "Tetapi sambil harus menggunakan air yang dialirkan,: ucap Sapta ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (27/12/2018).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X