Panglima TNI Berniat Boyong Ribuan Gesits buat Pasukan - Kompas.com

Panglima TNI Berniat Boyong Ribuan Gesits buat Pasukan

Kompas.com - 09/11/2018, 07:22 WIB
Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018).KOMPAS.com/Ihsanuddin Presiden Joko Widodo menjajal motor listrik Gesits di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com – Kegiatan Presiden Joko Widodo menjajal skuter listrik karya anak bangsa Gesits, di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/11/2018) ternyata juga menarik perhatian Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pada cuitan di akun twitter resmi miliknya, Panglima TNI mengungkapkan idenya untuk memboyong beberapa ribu unit Gesits. Ini disebutkannya, bakal dialokasikan buat kegiatan operasional Babinsa (Bintara Pembina Desa).

Twit tersebut ditujukan langsung kepada akun twitter resmi Presiden Joko Widodo, yang baru saja mem-posting soal kegiatannya menjajal Gesits, sembari mempromosikan skuter listrik bermerek asli Indonesia tersebut.

Baca juga: Skuter Listrik Gesits Bisa Dibeli dengan Skema Kredit

Cuitan Panglima TNI yang berniat memboyong Gesits.ISTIMEWA Cuitan Panglima TNI yang berniat memboyong Gesits.

“Yth. Bapak Presiden @jokowi, Setelah saya melihat foto Bapak mengendarai sepeda motor bermerek GESITS karya anak bangsa ini, muncul ide mengalokasikan beberapa ribu unit untuk operasional Babinsa. Infrastruktur listrik di pelosok desa akan memudahkan proses pengisian baterenya.”

CEO PT Gesits Technologies Indo (GTI) Harun Sjech sangat mengapresiasi niatan Panglima TNI tersebut, dan menyebutkan ini merupakan salah satu bentuk dukungan paling baik dari Negara, buat produk Gesits.

“Ini tentu dukungan Pemerintah yang sangat baik, dan bisa mendorong kami untuk terus maju. Nanti akan kami respon dengan baik,” ujar Harun kepada KOMPAS.com, Kamis (8/11/2018).

Soal ordernya sendiri, Harun menyebut pemesanannya belum masuk ke pihaknya. Karena memang pernyataan Panglima TNI belum lama di-posting di akun twitternya.

“Nanti kami coba follow up. Ini sangat membantu, di mana-mana di seluruh dunia dukungan pemerintah terhadap produk unggulan dalam negeri mereka seperti itu, dengan menggunakannya sendiri. Korea Selatan misalnya mau membesarkan Hyundai dan Samsung mereka gunakan sendiri, dan dengan begitu industrinya hidup dan tidak mati,” kata Harun.



Close Ads X