Produksi AMMDes Libatkan Petani Desa - Kompas.com

Produksi AMMDes Libatkan Petani Desa

Kompas.com - 11/10/2018, 14:00 WIB
Sebelum mulai diproduksi, AMMDes mulai menerima masukan dan saran dari para petani desa.- Sebelum mulai diproduksi, AMMDes mulai menerima masukan dan saran dari para petani desa.


JAKARTA, KOMPAS.com - Proses produksi Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes) terus menjalani penyempurnaan. Selain disibukan dengan penyiapan pabrik beserta fasilitasnya, PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) juga gencar melakukan sosialisasi.

Langkah yang diambil sosialisasi dengan mendatankan perwakilan komunitas tani serta, salah satunya dari Magelang yang juga merupakan para pemilik mobil pertanian, grandong.

"Mereka ini kita datangkan untuk sosialisasi sekaligus kita meminta masukan dan saran untuk penyempurnaan AMMDes. Karena komunitas tani asal Magelang ini banyak yang melakukan aktifitasnya menggunakan grandong, jadi mereka pasti paham kendaraan untuk pertanian dan desa ini bagaimana," ucap Presiden KMWI dan KMWD Sukiat, kepada Kompas.com, di Klaten, Jawa Tengah, Selasa (9/10/2018).

Baca juga: Sukiat Tidak Terlibat Pengembangan Mobil Esemka

Lebih lanjut Kita menjelaskan sampai saat ini sudah ada banyak masukan dari beragam komunitas baik pertanian atau kelompok usaha lain di desa. Mulai dari posisi mesin, struktur rangka, sampai bagaimana bila menerapkan alat untuk mengiling padi serta genset.

Baca juga: AMMDes Siap Ramaikan Indonesia Modification Expo

Generasi AMMDes di Klaten, Jawa Tengah Generasi AMMDes di Klaten, Jawa Tengah

Saran-saran dari mereka nantinya akan ditampung lebih dulu sebagai bahan didiskusikan internal. Mana yang menurut pertimbangan cocok untuk diterapkan maka bersama para teknisi dari Astra Otoparts akan dilakukan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan para petani.

"Yang kemarin kita bikin untuk GIIAS masih prototipe, sekarang tahap penyempurnaan kita libatkan petani, karena ini nantinya untuk mereka juga. Setelah mereka memberikan masukan, kita akan coba terapkan lalu sekaligus diuji coba oleh para petani di Magelang," kata Kiat.



Close Ads X