Fin Komodo Cuma Ingin Kepastian Pasar dari Pemerintah

Kompas.com - 06/10/2018, 08:42 WIB
Fin Komodo KD 250 versi medis, Medivac. Febri Ardani/KompasOtomotifFin Komodo KD 250 versi medis, Medivac.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemain otomotif asli Indonesia masih krisis perhatian dari pemerintah. Kondisi ini juga dirasakan oleh perusahaan mobil nasional (mobnas) Fin Komodo, sejak pertama kali mereka memasarkan produk.

Direktur Pemasaran Fin Komodo Dewa Yuniardi, mengatakan, permintaan kepada pemerintah nampaknya tak begitu berat. Mereka hanya butuh untuk dibukakan pasar, dan tak meminta suntikkan dana.

“Pemerintah tak perlu suntik dana ke kami, buat apa itu. Artinya itu hanya orang cengeng yang berharap pemerintah berikan dana. Cukup pasar saja,” kata Dewa kepada KOMPAS.com, Jumat (5/10/2018).

“Jadi kalau pasar kami bisa tumbuh, perputaran omzet kami ada, produksi kami bergerak terus, pihak bank sendiri yang kemudian akan menawrkan kredit ke kami. Itu sudah otomatis,” ujar Dewa.

Baca juga: Kemenperin Bikin Mobil Pedesaan, Fin Komodo Sudah Punya

Fin Komodo Baru di IIMS 2017Stanly/KompasOtomotif Fin Komodo Baru di IIMS 2017

Maksud pasar sendiri menurut Dewa, adalah di lingkungan pemerintah seperti kementerian dan lembaga. Melalui satu komando, presiden bisa saja menginstruksikan buat lembaga di bawahnya, untuk membeli produk otomotif dalam negeri.

Dewa menambahkan, kepada siapa lagi mereka menggantungkan asa untuk bertahan, selain kepada pemerintah. Pihaknya tak mungkin berharap banyak pada pihak swasta, walaupun kenyataannya mereka yang saat ini membeli produk Fin Komodo.

“Perusahaan swasta merasa simpatik dan membeli produk kami, dan mereka merasa cocok sehingga melakukan repeat order, tapi memang sangat kecil. Nah, inilah yang kami harapkan dilakukan oleh pemerintah,” kata Dewa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X