Bagaimana Klaim Asuransi, tapi Dokumen Hilang karena Bencana?

Kompas.com - 01/10/2018, 10:24 WIB
Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Kerusakan akibat gempa bumi yang melanda, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,4 mengakibatkan ribuan bangunan rusak dan sedikitnya 420 orang meninggal dunia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa gempa bumi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018) membuat kerusakan menyeluruh di kota tersebut. Kerusakan juga terjadi pada ribuan kendaraan yang teronggok tidak bergerak di gedung dan jalanan kota Palu.

Bagi pemilik polis asuransi, disarankan untuk membuat laporan kerusakan kendaraan. Ini agar pengerjaan perbaikan kerusakan dapat segera ditangani oleh pihak asuransi.

"Sarannya segera membuat laporan. Bisa menghubungi call center, lewat aplikasi atau datang ke cabang terdekat," ungkap Head of Communication and Event Asuransi Astra, Laurentius Iwan Pranoto saat dihubungi Minggu, (30/9/2018).

Namun dalam kondisi bencana, bagaimana bila dokumen untuk pengurusan asuransi ikut rusak atau hilang? Kondisi ini tentu jadi pertimbangan para pemegang polis yang khawatir apakah pelaporan dapat dilakukan.

Iwan menjelaskan pada saat bencana tentu pihak asuransi akan beradaptasi dengan kondisi yang ada. Pelaporan tetap harus dilakukan dengan persyaraatan lain seperti dokumen dapat menyusul.

Baca juga: Ingat Perlindungan Kendaraan saat Bencana Alam

"Pasti akan dicari cara lain untuk pembuktian yang bersangkutan sebagai tertanggung. Lapor dulu nanti dokumen menyusul," ucap Iwan.

"Data konsumen sebetulnya sudah ada di kita. Bisa dibantu. Saat ini juga sudah ada aplikasi pelaporan yang mempermudah kondisi bencana. Sebelumnya saat klaim, konsumen sudah tidak perlu bawa polis, hanya SIM, KTP dan STNK. Ini kan bencana, konsumen lengkapi yang ada saja terlebih dulu," ujar Iwan.

Terpenting, menurut Iwan, pastikan polis asuransi yang dimiliki sudah mencakup perlindungan terhadap bencana alam. Sebab perlindungan bencana alam masuk diperluasan asuransi atau opsional.

"Lihat di polisnya, di situ lengkap. Karena tidak bisa diklaim bila belum mencakup perluasan asuransi, bencana alam termasuk tambahan. Kalau hanya total lost only (TLO) atau komprehensif hanya kerusakan ringan dan kehilangan, bencana alam belum termasuk," ucap Iwan.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X