Cerita di Balik "World Premiere" All New Honda Brio - Kompas.com

Cerita di Balik "World Premiere" All New Honda Brio

Kompas.com - 06/08/2018, 16:24 WIB
All new Honda Brio Satya di GIIAS 2018STANLY RAVEL All new Honda Brio Satya di GIIAS 2018


TANGERANG, KOMPAS.com - Ada cerita prinsipal Honda menunjuk Indonesia sebagai negara pertama yang berkesempatan meluncurkan debut dunia generasi kedua Honda Brio.

Awalnya Brio dibuat dan dikembangkan di Thailand dan baru datang ke Tanah Air pada 2012 silam lalu, lalu disusul Brio Satya pada 2013 yang jadi produk mobil murah ramah lingkungan (low ost green car/LCGC).

Marketing and After Sales Service Director Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan, kontribusi Brio sejak pertama kali datang hingga saat ini sudah terjual sebanyak 237.272 unit di Indonesia.

"Secara penjualan, 58 persen penjualan Honda Brio di dunia berasal dari Indonesia. Karena itu, Indonesia menjadi market yang sangat penting bagi Honda, dan kami terus menjadikan Indonesia sebagai acuan untuk mengembangkan Brio," ucap Jonfis usai seremoni peluncuran Brio di ICE, BSD, Tangerang.

Baca juga: Teka-teki Hilangnya Pintu Kaca pada Honda Brio Baru

Prestasi penjualan Brio yang dinilai cukup besar ini membuat Indonesia menjadi leading country untuk mengembangkan city car ini. Bahkan menurut Jonfis, bila dulu Brio dikembangkan di Thailand, saat ini sudah di Indonesia, termasuk untuk generasi keduanya yang baru lahir beberapa hari lalu.

All new Honda Brio RS di GIIAS 2018STANLY RAVEL All new Honda Brio RS di GIIAS 2018

"Mulai dari penelitian dan pengembangan Brio sudah dilakukan di Indonesia dan khusus untuk konsumen di Indonesia. Bahkan saat mulai mengembangkan Brio generasi baru ini, kami sampai melakukan survei di beberapa kota Indonesia," kata Jonfis.

Secara terpisah, Honda R&D Asia Pasific Co. Ltd. Development Leader Tsutomu Harano, menjelaskan survei dilakukan bukan hanya terkait masalah desain produk. Namun juga untuk memastikan bila Brio dan Satya bisa dipasarkan dengan harga yang dijangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca juga: Usia Brio Lawas Berakhir di Oktober


Tidak hanya itu, Harano juga mengatakan pengembangan Brio dan Satya juga sempat melibatkan LCGC dari merek sebelah, yakni Agya dan Ayla. Hal ini dilakukan untuk melihat kelebihan yang ditawarkan dari dua rival beratnya di kelas LCGC tersebut.

"Kita memastikan penjualan ke daerah dengan harga yang terjangkau, khususnya bagi konsumen first buyer. Namun secara bersamaan kami tidak ingin menurunkan kualitasnya. Untuk Ayla dan Agya kami melihat mana poin yang bagus, tapi secara kualitas performance dan stylish harus lebih bagus, kita benar-benar menyesuaikan ekspektasi yang konsumen minta pada Brio baru ini," ujar Harano.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X