KPPU Hanya Khawatir soal Pengumpulan Data Gaikindo dan AISI

Kompas.com - 12/07/2018, 15:52 WIB
Ilustrasi penjualan mobilAFP PHOTO / BAY ISMOYO Ilustrasi penjualan mobil

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif mulai menjadi sasaran pengawasan Komisi Pengawas Persaingan Usaha ( KPPU). Setelah ramai soal Yamaha dan Honda, kali ini giliran data penjualan Agen Pemegang Merek (APM) otomotif, yang diminta untuk tak diserahkan lagi ke asosiasi.

Menyusul pernyataan tersebut, ketika dikonfirmasi kepada pihak KPPU, mereka juga tak memberikan rekomendasi kepada siapa data itu nantinya dikumpulkan. Namun, ini sebagai sebuah upaya pencegahan karena ada potensi penyalahgunaan.

“Prinsipnya seperti ini, kalau soal dipindah memang bukan menjadi keputusan KPPU. Namun, soal pembagian data-data yang seperti itu, pada prinsipnya sangat berpotensi terjadinya pelanggaran, berpotensi ya,” tutur Guntur Syahputra Saragih, Komisioner dan Juru Bicara KPPU kepada KOMPAS.com, Rabu (11/7/2018).

Saat ini, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia ( AISI), menjadi pengepul data penjualan maupun produksi APM yang menjadi anggotanya, di mana pihak asosiasi menyebut yang dilakukan sudah sesuai aturan hukum.

Baca juga: KPPU Larang APM Kasih Data ke Asosiasi, Gaikindo dan AISI Bereaksi

Jumpa pers yang digelar Gaikindo, di Jakarta, Selasa (22/5/2018) terkait penyelengaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.Kompas.com/Alsadad Rudi Jumpa pers yang digelar Gaikindo, di Jakarta, Selasa (22/5/2018) terkait penyelengaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Namun, KPPU belum memutuskan itu sebagai sebuah pelanggaran, baru kekhawatiran awal. Tentu saja harus ada bukti dan pemeriksaan lanjutan untuk sampai pada vonis.

“Kembali lagi, penegakkan hukum administrasi pelanggaran harus kami buktikan dahulu dengan pemeriksaan sampai persidangan. Hanya sebagai upaya pencegahan, kegiatan-kegiatan membagi data produksi, itu sangat berpotensi bagi sesama pelaku usaha untuk bersekongkol dalam arti negatif,” ujar Guntur.

“Seperti mengendalikan jumlah produk barang dan jasa, produksi, volume, pricing, dan bisa memberikan juga potensi untuk melakukan perjanjian yang dilarang dalam Undang-undang Nomor 5 tahun 1999, perjajian yang untuk mengatur produksi barang dan jasa, walaupun itu potensi ya,” kata Guntur. 

Guntur menambahkan, terkait soal data-data sebenarnya sudah ada Badan Pusat Statistik (BPS) yang punya kewajiban seperti itu, dan sudah diatur undang-undang, bagaiman mendistribusikan data.

"Jadi bukan wilayah sesama pelaku usaha soal data tersebut, karena itu sangat berpotensi," tutur Guntur.



Terkini Lainnya

Suzuki Ecstar Jajal Sasis Baru di GP Assen

Suzuki Ecstar Jajal Sasis Baru di GP Assen

Sport
Kabin Mobil Bisa Jadi Sarang Kotoran

Kabin Mobil Bisa Jadi Sarang Kotoran

Tips N Trik
Kawasaki KLX 230 Versi Ekspor Sudah Pakai ABS

Kawasaki KLX 230 Versi Ekspor Sudah Pakai ABS

News
Ban Khusus Motor MiniGP Buatan Lokal

Ban Khusus Motor MiniGP Buatan Lokal

Aksesoris
Kotoran Burung, Musuh Utama Mobil saat Parkir

Kotoran Burung, Musuh Utama Mobil saat Parkir

Tips N Trik
Terlalu Sering Cuci Mobil, Ada Efek Negatifnya

Terlalu Sering Cuci Mobil, Ada Efek Negatifnya

Tips N Trik
Sigra Masih Jadi Mobil Terlaris Daihatsu

Sigra Masih Jadi Mobil Terlaris Daihatsu

News
Honda Enggan Berkomentar soal MPV Murah Renault

Honda Enggan Berkomentar soal MPV Murah Renault

News
Fungsi 'Coating' untuk Mobil Bekas

Fungsi "Coating" untuk Mobil Bekas

Tips N Trik
Kawasaki KLX 230 Tak Lagi Karburator

Kawasaki KLX 230 Tak Lagi Karburator

News
Jualan Calya Turun, Ini Kata Toyota

Jualan Calya Turun, Ini Kata Toyota

News
Duet KLX 230 dan KLX 230R Lengkapi Pasukan 'Garuk Tanah' Kawasaki

Duet KLX 230 dan KLX 230R Lengkapi Pasukan "Garuk Tanah" Kawasaki

News
Kawasaki Indonesia Tepis Kabar Produksi Ninja ZX-25R

Kawasaki Indonesia Tepis Kabar Produksi Ninja ZX-25R

News
Nissan Belum Terbuka dengan Penjualan Livina

Nissan Belum Terbuka dengan Penjualan Livina

News
Alasan Menggunakan Mesin Baru di Hilux 'Single Cabin'

Alasan Menggunakan Mesin Baru di Hilux "Single Cabin"

Teknologi

Close Ads X