KPPU Larang APM Kasih Data ke Asosiasi, Gaikindo dan AISI Bereaksi

Kompas.com - 11/07/2018, 08:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pernyataan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), terkait imbauan kepada Agen Pemegang Merek (APM) kedaraan bermotor untuk tak menyerahkan data penjualan ke asosiasi, mendapat respon.

Johannes Nangoi, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengatakan, KPPU seharusnya terlebih dahulu memperhatikan aturan  yang sudah berjalan selama ini, yang mendelegasikan Gaikindo untuk mengumpulkan data dari APM.

Jika memang ingin mengubah tatanan yang ada, seharusnya hanya tinggal melakukan perubahan atas aturan yang sudah berjalan tersebut.

“Saya tidak tahu posisi KPPU ada ada di mana sebenarnya, kalau dia sebagai lembaga negara, dia harus minta ke pemerintah untuk mengubah dahulu aturannya,” ujar Nangoi kepada KOMPAS.com, Selasa (10/7/2018).

Baca juga: Yamaha dan Honda Siap Banding Putusan Kartel KPPU

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

“Pasalnya ada aturan Permen Keuangan terkait dengan mengharuskan Gaikindo untuk menarik data. Jadi data yang dikumpulkan semua ke Gaikindo dan kemudian disampaikan kepada pemerintah,” ujar Nangoi.

Sementara Sigit Kumala Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia menolak untuk berkomentar banyak. Namun pernyataan singkat yang disampaikan cukup menohok.

“Buat saya lebih enteng (dari beban kerja mengumpulkan data). Namun Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Dispenda seluruh Indonesia, Dirjen Pajak, BPS, itu juga tidak boleh minta data, karena itu data rahasia,” ujar Sigit.

“Sekarang kalau begitu, bagaimana kita melihat industri itu berkembang atau tidak, kalau kita tidak melihat datanya,” ujar Sigit.

Ketika dihubungi KOMPAS.com, pihak KPPU belum mau memberikan jawaban yang diajukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.