Jualan Hino Tumbuh Signifikan Januari-Mei 2018 - Kompas.com

Jualan Hino Tumbuh Signifikan Januari-Mei 2018

Kompas.com - 13/06/2018, 08:02 WIB
Hino Motors.ISTIMEWA Hino Motors.

JAKARTA, KOMPAS.com – Merek kendaraan komersial Hino, berhasil mengalami lonjakan signifikan mencapai 34 persen pada periode Januari-Mei 2018. Angkanya bahkan melebihi kenaikan pasar secara keseluruhan di dalam negeri.

Tercatat selama lima bulan pertama 2018, pasar kendaraan komersial light duty truck (LDT) dan medium duty truck (MDT) secara nasional menghijau, dengan kenaikan 30 persenan, atau menjadi 45.690 unit, dibanding periode yang sama 2017.

Lebih detailnya, untuk segmen MDT total terjual 15.035 unit atau meningkat 49 persen. Sementara, pasar LDT mengalami kenaikan 23 persen dari 25.020 unit pada 2017 lalu, menjadi 30.655 unit pada tahun ini.

“Hino juga merasakan manisnya kenaikan pasar ini, di mana total penjualan Hino untuk semua kategori sebanyak 15.250 unit. Hasil tersebut mengalami pertumbuhan 34 persen jika dibanding periode Januari–Mei 2017,” tutur Hiroo Kayanoki, Presiden Direktur HMSI, Selasa (12/6/2018).

Baca juga: Hino Gelar Sosialisasi Larangan Truk Kelebihan Muatan

Hino New Dutro yang digunakan dalam tes safety driving.Istimewa Hino New Dutro yang digunakan dalam tes safety driving.

Pangsa pasar Hino juga mengalami kenaikan 1 persen atau menjadi 33 persen pada Januari-Mei 2018. Ini disebut-sebut merupakan rekor tertinggi market share Hino di Indonesia.

Santiko Wardoyo, Direktur Penjualan dan Promosi HMSI menuturkan, pertumbuhan ini didorong oleh sektor komoditi yang menjadi acuan pokok, dan mana batu bara masih sangat bagus. Lalu juga nikel di daerah Sulawesi khususnya di Sulawesi Tengah, Halmahera, serta Kalimantan Tengah ada bauksit.

“Selain itu pembangunan infrastruktur yang massive oleh pemerintah dan sektor kargo juga memberikan efek signifikan. Didorong juga pada sektor FMCG (Fast Moving Consumer Good) yang naik 10 persen. Itu semua merupakan aktivitas-aktivitas yang sangat terkait dengan permintaan dan penjualan truk,” ujar Santiko.

“Terkait dengan komposisinya, pertambangan dan konstruksi berkontribusi cukup besar sekitar 45 persen dari total. Lalu di sektor lainnya, di agriculture 23 persenan, sisanya untuk di kargo 10-13 persen, dan bus itu sekitar 9 persen," kata Santiko.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X