Mazda Klaim Mayoritas Konsumen Setia pada Bengkel Resmi

Kompas.com - 03/02/2018, 13:23 WIB
Mazda Puri, diler ke-21 Mazda di Jabodetabek. Mazda Motor Indonesia (MMI)Mazda Puri, diler ke-21 Mazda di Jabodetabek.
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KOMPAS.com – Bengkel resmi jadi salah satu bentuk komitmen dan jaminan kepada konsumen merek tertentu. Namun, memang pemilik mobil bebas memilih sendiri, di mana mereka ingin merawat kendaraannya, bahkan di bengkel non-resmi sekalipun.

Mereka tentunya mengantongi beberapa alasan, mulai dari kepercayaan atau juga soal ongkos biayanya. Igor Panjaitan, Customer Service Director PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) mengakui hal tersebut.

Sepanjang 2017 atau tahun pertama eksistensi EMI di Indonesia menggantikan Mazda Motor Indonesia (MMI), Igor menyebut ada konsumennya atau pemilik Mazda yang pindah dari bengkel resmi ke non-resmi. Namun persentasenya kata Igor tidak begitu besar dan perpindahan itu alamiah atau cenderung normal.

“Jika dilihat dari awal 2017 sampai akhir, tidak begitu banyak. Jika dari segi persentase itu single digit di bawah 10 persen, tidak banyak. Itu bukan karena peralihan dari MMI ke EMI, tapi menurut saya karena memang nature-nya,” ujar Igor, Kamis (1/2/2018).

Baca juga : Kantor Pusat dan Dealer, Simbol Komitmen Mazda Indonesia

Mazda CX-5 Anniversary Edition tersedia terbatasGhulam Nayazri/Kompas.com Mazda CX-5 Anniversary Edition tersedia terbatas

Igor menambahkan, dari database Unit In Operation (UIO) di dealer, ketika mereka sudah lewat dari tiga tahun atau habis masa warranty-nya, ada konsumen yang berpindah ke bengkel non-resmi. Mereka menganggap kalau di luar lebih murah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Itu benar, tapi yang kami ingin mereka kembali lagi ke bengkel resmi adalah karena safety-nya. Kami punya suku cadang asli, walauun di luar mereka bilang mereka bisa mendapatkannya juga. Oke sepertij itu, tapi kami punya proses perbaikan atau workshop kami berstandar Mazda,” ucap Igor.

“Itu akan terus terjadi (perpindahan ke bengkel non-resmi), bukan hanya di Mazda,” kata Igor.

Garansi 5 Tahun

Igor menambahkan, kalau saat ini pihaknya memberikan warranty sampai lima tahun untuk setiap pembelian Mazda. Ini dianggap bakal membuat konsumen percaya akan komitmen Mazda, dan terjamin suku cadang mobilnya dalam jangka waktu cukup lama.

“Warranty lima tahun kami berikan, dan itu membuat konsumen berpikir kalau selama itu suku cadang mereka terjaga. Konsumen juga akan berpikir minimal EMI ada di sini lima tahun, padahal kami akan panjang,” ujar Igor.

“Kami menjamin itu, dan harapannya cara tersebut membuat konsumen tak banyak yang pindah ke bengkel non-resmi juga ,” ucap Igor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.