kolom

Formula E, Sang Juru Selamat Dunia Motorsport

Kompas.com - 20/01/2018, 11:02 WIB
Jaguar Formula E 2016 car exploded view Graham MurdochJaguar Formula E 2016 car exploded view
EditorAgung Kurniawan

Setiap tim bermain dengan jumlah eMotor yang digunakan (satu atau dua) dan dengan cara pemasangan beragam (melintang atau membujur).

  1. B.      Inverter

Komponen kedua ini sangat penting agar eMotor dan baterai dapat berfungsi bersama dengan baik. Sebelumnya sudah dijelaskan, kalau eMotor berfungsi dengan AC current, tapi tenaga listrik yang disalurkan oleh baterai berupa DC current (arus searah). eMotor memerlukan pola voltase yang cukup rumit untuk berfungsi, sehingga memerlukan alat untuk mengonversi arus DC menjadi AC yang spesifik.

  1. C. Gearbox

Selanjutnya, gearbox atau transmisi. Komponen jangan disamakan dengan sistem transmisi yang ada pada mobil Formula 1. Pada balap F1, setiap tim merancang gearbox mereka sendiri, semua mobil menggunakan gearbox, 8-percepatan.

Pada mobil Formula E, lebih banyak variasinya. Jika pada musim pertama, gearbox 5-percepatan yang dipasok oleh Hewland digunakan oleh semua tim. Musim selanjutnya, semua tim diperbolehkan merancang gearbox 3-percepatan, 2-percepatan, bahkan ada beberapa tim yang memilih untuk tidak menggunakan gearbox.

Manfaat Teknologi Formula E

Selain untuk menyiapkan dunia motorsport untuk masa depan, manfaat teknologi yang digunakan pada ajang Formula E cukup beragam. Sama seperti tujuan utama dunia balap, adalah sebagai wadah penguji, satu teknologi otomotif dalam kondisi puncak. Efektivitas, tenaga, daya tahan, sampai keberlanjutan satu teknologi diuji dalam musm balap satu tahun penuh.

FIA, lewat ajang Formula E, juga mau melakukan hal serupa, sehingga mengerucut pada beberapa hal berikut ini.

Pertama, teknologi Formula E, menggunakan sumber berkelanjutan (sustainable) untuk memproduksi listrik. Sumber listrik yang digunakan untuk mengisi ulang (charge) baterai mobil Formula E memanfaatkan sumber daya yang terbarukan. Teknologi ini juga mengeluarkan emisi karbon yang jauh, sangat rendah ketika memproduksi listrik.

Bahan yang digunakan glycerine, juga terproduksi saat proses pembuatan biodiesel. Biodiesel sendiri terbuat dari tumbuh-tumbuhan, minyak nabati, dan berbagai jenis lemak lainnya, jenis bahan yang mudah ditemukan dan tentunya berkelanjutan. Untuk memproduksi listrik dari glycerine, digunakan generator diesel konvensional, yang sedikit dimodifikasi.

Hasilnya, mampu mengonsumsi glycerine sebagai bahan bakar. Berbeda dengan bensin biasa, pembakaran glycerine sangat bersih, karena tingkat emisi karbon rendah.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X