Kompas.com - 23/12/2017, 07:22 WIB
Ilustrasi merokok Ingram PublishingIlustrasi merokok
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAgung Kurniawan


Jakarta, KompasOtomotif
- Pihak kepolisian kerap mengimbau agar pengguna jalan tidak merokok sambil berkendara. Sebab perilaku merokok sambil berkendara dianggap merugikan pengguna jalan lainnya yang bisa berujung kecelakaan. Sebab abu dan bara dari hasil pembakaran rokok yang terbawa angin dapat menyebabkan iritasi mata bagi pengendara lain yang terkena.

Selain merugikan pengendara lain, merokok juga dinilai bisa merusak konsentrasi mengemudi. Pendapat tersebut dilontarkan Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto.

"Merokok sambil mengemudi adalah salah satu aktivitas yang berpotensi merusak konsentrasi. Saat konsentrasi terganggu berpeluang meningkatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan," kat Edo kepada KompasOtomotif, Jumat (22/12/2017).

Menurut Edo, salah satu upaya penting dalam memangkas fatalitas kecelakaan lalu lintas adalah menerapkan konsep berkendara rendah risiko (low risk riding). Konsep ini bertumpu pada menjaga konsentrasi saat mengemudi. Jadi sudah seharusnya seluruh aktivitas yang merusak konsentrasi dapat dihindari, salah satunya merokok.

Baca juga : Merokok Semobil dengan Anak, Melanggar Hukum

Imbauan TMC Polda Metro Jaya yang melarang berkendara sambil merokok. Perilaku ini sebenarnya dilarang karena dapat membahayakan pengendara lainnya.TMC Polda Metro Jaya Imbauan TMC Polda Metro Jaya yang melarang berkendara sambil merokok. Perilaku ini sebenarnya dilarang karena dapat membahayakan pengendara lainnya.

"Jangan lupa, lengah dan tidak tertib berkendara merupakan pemicu terbesar kecelakaan di Indonesia. Jalan raya kita masih mencatat 280-an kecelakaan per hari yang merenggut 70-an nyawa per hari," ucap Edo.

Mengenai kebiasaan berkendara sambil merokok ini, Edo menyarankan pengendara yang masih suka melakukannya untuk mengubah kebiasaannya itu. Jika ingin merokok, sebaiknya pengendara berhenti dan menepi sejenak di pinggir jalan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.