Inden Xpander Tembus 1.000 unit di Lampung

Kompas.com - 20/11/2017, 16:42 WIB
Mitsubishi Xpander. Ghulam/KompasOtomotifMitsubishi Xpander.
EditorAgung Kurniawan

Bandar Lampung, KompasOtomotif – Mitsubishi Motors boleh jadi lagi pusing, tapi tetap positif. Pusing karena begitu besar pesanan yang masuk, sementara jumlah pasokan model terbaru, Xpander masih minim, sehingga menimbulkan antrean yang panjang bagi konsumen.

Sambil meresmikan diler ketiga Mitsubishi di Lampung, PT Budi Berlian Motors (BBM) sebagai salah satu grup diler yang ada di sini mengaku permintaan terhadap Xpander cukup tinggi. kata Hermanto Budiman, Direktur BBM, mengatakan, jumlah pesanan Xpander yang sudah masuk tercatat 500 unit, sampai saat ini.

“Di sini (Lampung) ada dua grup, kalau kita 500 unit, yang satu lagi angkanya mirip-mirip. Jadi, sekitar 1.000 unit pesanan,” ucap  Hermato di Bandar Lampung, Senin (20/11/2017). Dari jumlah pesanan yang masuk, kata Hermanto, komposisi transmisi manual dan otomatis diklaim seimbang, yakni 50:50.

“Kalau pilihan warna, masih konservatif di sini. Hitam, silver, dan putih yang paling banyak dipesan,” ucap Hermanto.

Baca juga : Desain Xpander Atraktif, Toyota Cuek

Ilham Iranda S, Head of Sales & Marketing Region 3 Departement MMKSI, menjelaskan, sebagai pemain baru di segmen low multi purpose vehicle (LMPV), Mitsubishi punya target yang tidak muluk-muluk di Lampung. Xpander diharapkan bisa mencuri setidaknya 25 persen pangsa pasar.

“Pasar LMPV di Lampung, rata-rata per bulan berkisar 330-380 unit per bulan. Jadi kalau 25 persen, targetnya sekitar 70-80 unit per bulan,” kata Ilham.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X