Kompas.com - 19/09/2017, 14:32 WIB
Yamaha Byson warna baru yamaha-motor.co.idYamaha Byson warna baru
|
EditorAgung Kurniawan

Jakarta, KompasOtomotif – Ketika Yamaha ”bertabur bintang” dengan motor-motor andalan yang bersaing di segmen masing-masing, ada satu model yang makin hari kehilangan gairah. Dia adalah Byson, sport naked Yamaha dengan kapasitas mesin 150 cc.

Data berbicara. Hasil yang dirilis Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), per Agustus 2017, menunjukkan bahwa Byson FI tak bisa berbuat banyak. Agustus lalu, penjualannya bahkan cuma 19 unit. Itu masih mendingan dibanding April lalu yang cuma sembilan unit.

Rata-rata per bulan model ini hanya berada di level 67 unitan sebulan. Total sepanjang Januari-Agustus 2017, Byson tercatat sudah dikirim ke diler hanya 541 unit. Angka yang sangat kecil jika dibandingkan motor-motor sekelas.

Coba tengok saudaranya, All New V-Ixion yang terjual 15.000-20.000 unit sebulan. Atau menyeberang ke tetangga, Honda Verza 150 yang merupakan model entry level, masih bertahan dengan penjualan rata-rata 4.000-6.000 unit sebulan.

Rasanya nafas Byson makin tipis, PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) bukannya diam. Sejak versi injeksi meluncur pada Juni 2015, Byson memang menunjukkan tanda-tanda penurunan mulai pertengahan tahun lalu. Dari penjualan yang selalu lebih dari 1.000 unit per bulan, tinggal 200-an unit.

Baca: Yamaha MT-25 Menggoda dengan Kelir Kekinian

Lalu Juni 2017, YIMM membekalinya dengan warna dof yang sedang tren, yakni Matte Red, Matte Brown, dan Matte Grey. Harga pun tak berbeda, masih dipatok Rp 22,95 juta. Tapi ini pun tak mampu mendongkrak penjualannya.

Secara tampilan juga tak ada yang salah. Sejak dilakukan penyegaran, model ini makin punya garis tajam. Mulai lampu sampai tangki bahan bakar. Knalpot makin pendek dan kekar. Lalu, lampu belakang agak dinaikkan dan diperbesar sebagai jawaban dari masukan konsumen.

Ada bezel aluminium untuk mempertegas lampu belakang, hand rail bukan model tanduk, sampai panel meter digital dengan indikator ”eco”. Kurang apa? Konsumen yang bisa menjawabnya.

Bagaimana langkah YIMM menyikapi kondisi ini? Ikuti terus KompasOtomotif !

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.