Selamat Jalan Nicky Hayden

Kompas.com - 23/05/2017, 04:48 WIB
Pebalap Aspar asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, tersenyum saat menghadiri konferensi pers jelang GP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Kamis (8/10/2015). MOTOGP.COMPebalap Aspar asal Amerika Serikat, Nicky Hayden, tersenyum saat menghadiri konferensi pers jelang GP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Kamis (8/10/2015).
|
EditorAris F Harvenda

Cesena, KompasOtomotifNicky Hayden akhirnya menghembuskan nafas terakhir, (22/5/2017), setelah berjuang dari kondisi kritis pasca kecelakaan yang menimpa Juara dunia MotoGP 2006 itu, Rabu (17/5/2017).

Pebalap asal Amerika Serikat berusia 35 tahun itu mengalami kecelakaan parah saat melatih fisik menggunakan sepeda. Dia ditrabak sebuah mobil di perempatan CA Raffaelli, Misano, Italia. Hayden mengalami cedera di bagian dada, kepala, dan tulang pelvis.

Hayden lalu dirawat intensif di ICU rumah sakit Maurizio Bufalini, Cesena, Italia. Setelah beberapa hari melewati masa kritis dan tak sadarkan diri, nyawanya pun tak tertolong.

Pebalap dengan julukan "The Kentucky Kid" adalah salah satu pebalap berbakat asal Amerika Serikat yang memutuskan untuk pindah haluan ke ajang World Superbike Championship pada 2015, dan masih setia bersama tim Honda.

Sepak terjang Hayden di MotoGP juga tak bisa dilupakan begitu saja. Meski dia hanya memenangi dua balapan MotoGP, namun berkat kegigihannya dia mampu menjadi kampiun dan mengubur ambisi Rossi pada 2006.

Simbol positif

Hayden menjadi simbol pebalap yang dikenal gigih, tak pernah menyerah sampai bendera finish dikibarkan. Dia juga menjadi standar baru profesionalitas terhadap tim, sponsor, dan olahraga secara keseluruhan.

Pemilik nomor 69 itu juga punya gaya balap unik, mengombinasikan style dirt-track, dan gaya riding yang santai serta ”sopan”. Sosoknya yang murah senyum membuatnya gampang meraih simpati instan dari para fans dan media, terutama saat debut di ajang MotoGP pada 2003.

crash.net Nicky Hayden siap gantikan Jack Miller di Aragon.
Jika ada poin untuk pengumpul tanda tangan pada foto yang dibawa fans, atau pebalap terbanyak yang selalu menyapa penonton dan melakukan wheelie, menang atau di posisi terakhir setelah balap, Hayden-lah juara dunianya.

Para rival pun menaruh hormat padanya, seperti saat bernaung di tim pabrikan Honda dan Ducati. Hayden selalu menjadi rekan setim yang sangat kondusif, bahkan buat Valentino Rossi dan Casey Stoner yang selalu menyatakan respek.

Halaman:


Sumber Crash
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X