Kompas.com - 10/01/2017, 14:33 WIB
|
EditorAgung Kurniawan

E-mail kedua

Bukti selanjutnya dari KPPU adalah e-mail kedua yang dikirimkan Direktur Marketing YIMM Yutaka Terada kepada Dyonisius dan Direktur Sales YIMM Sutarya. Berikut isinya:

“I have just heard from Mr Iida that Dyon san and Sutarya san discussed while I was not in the office on 8th Jan to increase Retail Price to follow Honda as Honda increased retail price from Januari 2015.

But I do not completely agree with retail price increase to follow Honda

Reasons:
1. Presiden Kojima san has requested us to follow Honda price increase many times since Januari 2014 because of his promise with Mr. Inuma President of AHM at Golf Course. As we know this is illegal. We never follow such price negotiation process. YMC also educated all employees not to negotiate prices with competitors.
2. Yamaha should decide our retail price by our own marketing strategy.
3. I can agree with only Soul GT and Jupiter MX as we need to make smooth step up to new models for these 2 models.
4. First we need to fight back to fight back and to increase market share especially in the beginning of 2015.
5. And I do not agree to discuss retail price matter at CMM. Once we did like this we will be requested to do same at CMM.

Thank U and Regards…….

Terada”

Jawaban Honda dan Yamaha

Kuasa hukum AHM menyatakan, e-mail ini tidak membuktikan adanya kartel. Sebab, pihaknya merasa tidak pernah menerima e-mail tersebut sebagai bentuk komunikasi dan menjadi landasan terbentuknya perjanjian atau kesepakatan.

Sementara itu, kuasa hukum Yamaha menganggap bukti e-mail 28 April 2014 tidak sah karena bukan merupakan produk sah pengambilan keputusan dan tidak pernah dikomunikasikan ke AHM. 

Berikut artikel sebelumnya terkait persidangan pembacaan kesimpulan:
1. Kesimpulan Investigator KPPU, Yamaha-Honda Terbukti Kartel
2. Kesimpulan Yamaha Menolak Tuduhan Kartel
3. Kesimpulan Honda, Tidak Ada Kartel dengan Yamaha 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.