Kompas.com - 08/09/2016, 17:15 WIB
|
EditorAzwar Ferdian

Jakarta, KompasOtomotif - Salah satu tuduhan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) kepada Honda dan Yamaha terkait dugaan kartel adalah kenaikan harga yang berkali-kali. Dalam setahun, banderol skutik 110-125 cc melonjak sampai tiga kali.

Inilah yang kemudian disanggah Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) yang menilai kenaikan sebanyak tiga kali itu wajar dilakukan. Hal ini terkait dengan strategi pemasaran masing-masing merek agar tidak membuat konsumen meradang.

"Dari awal tahun, mereka (Yamaha dan Honda) sudah punya hitung-hitungan kenaikan. Kalau tiba-tiba dinaikkan penuh, pasar bisa rusak. Kenaikan bertahap itu sudah menjadi hal yang wajar," kata Gunadi Sindhuwinata, Ketua Umum AISI di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, (8/9/2016).

Gunadi menyebutkan bahwa produsen sudah melihat kondisi pasar dan kompetitor untuk menaikkan harga. Kenaikan ini pasti dialami semua pemain, dan bukan tidak mungkin karena memantau pemain lain.

Sebelumnya tim investigator KPPU mencurigai kenaikan harga jual mencapai tiga kali dalam setahun tidaklah wajar. Mereka menilai seharusnya pabrikan hanya menaikan harga sekali atau dua kali dalam setahun.

Kenaikan harga yang dilakukan Yamaha dan Honda mulai Rp 400.000 hingga Rp 600.000. Tim investigator juga menuduh, seharusnya perusahaan besar sekelas Honda dan Yamaha sudah menganalisa perhitungan ongkos produksi dilihat dari upah pekerja yang cuma naik sekali dan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.