Kompas.com - 04/05/2016, 12:31 WIB
EditorAgung Kurniawan

Surabaya, KompasOtomotif – Perkenalanskuter otomatis hasil kolaborasi Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Gesits, cukup menyita perhatian sebagian masyarakat Indonesia. Lantas bagaimana konsep pemasaran Gesits nantinya di pasar?

Gesits dibekali daya motor listrik 5 KWh dipadu dengan asupan tenaga dari baterai lithium ion. Sekali baterai terisi penuh, motor ini mampu menjelajah 80-100 km, kecepatan maksimumnya bisa 100 kpj. Untuk mengisi ulang, dibutuhkan waktu 1,5 jam-3 jam, dari posisi kosong sampai baterai terisi penuh. Guna menghindari pengendara kehabisan daya ketika lagi berkendara, maka konsep tukar tambah baterai coba ditawarkan.

“Jadi nanti konsepnya, konsumen tidak perlu menunggul berjam-jam untuk menunggu baterai terisi penuh. Cukup mampir ke SPBU, mini market, atau warung di pinggir jalan untuk tuker tambah baterai motor,” kata Muhammad Al Abdullah, CEO Grup Garansindo di Surabaya, Selasa (3/5/2016).

Ekonomi Rakyat

Lewat konsep ini juga, Gesits punya cita-cita untuk bisa ikut memajukan ekonomi rakyat lewat usaha kecil dan menengah. Selain menciptakan Gesits, kolaborasi Garansindo dan ITS juga menyiapkan sarana pendukung skuter listrik itu, yakni sistem pengisian baterai atau charger.

Agung Kurniawan/KompasOtomotif Konsumen bisa menunggu baterai sampai terisi penuh atau tukar-tambah.

Jadi, sistem pengisian baterai ini menggunakan konsep hibrida, selain memanfaatkan pasokan listrik konvensional dari PLN, juga dari panel surya (solar panel). Sistem ini bisa dimiliki oleh siapa saja, pengusaha kecil, menengah, atau besar. Mereka nantinya akan menyediakan baterai yang sudah terisi penuh.

Pengendara yang melihat baterai skuter listriknya sudah hampir habis, bisa mampir ke tempat ini untuk tuker tambah, mirip kalau beli gas 3 kg.

“Dengan memanfaatkan asupan listrik rumahan saja, bisnis tukar-tambah baterai ini sudah menguntungkan. Apalagi, kalau dipadu dengan supan listrik lewat panel surya, tentu jauh lebih ekonomis lagi bagi pengusaha. Lewat konsep ini, maka akan terpicu lahirnya pebisnis rumahan yang bisa ikut menikmati keuntungan dari teknologi anak bangsa ini,” ucap Al.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.