Indonesia Motorcycle Show 2014

Penjegal Kawasaki KLX250 dari Yamaha

Kompas.com - 30/10/2014, 12:45 WIB
Motor Yamaha WR 250R dipamerkan pada Indonesia Motorcycle Show 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (29/10/2014). Pameran khusus sepeda motor terbesar di Tanah Air ini akan berlangsung hingga 2 November mendatang. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMotor Yamaha WR 250R dipamerkan pada Indonesia Motorcycle Show 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (29/10/2014). Pameran khusus sepeda motor terbesar di Tanah Air ini akan berlangsung hingga 2 November mendatang.
EditorDonny Apriliananda

Jakarta, KompasOtomotif – Yamaha Indonesia kembali menunjukkan keseriusan menggarap pasar segmented. Kali ini merambah sepeda motor dual purpose CBU Jepang, WR250R, yang resmi meluncur dari Indonesia Motorcycle Show (IMoS) 2014. Inilah segmen baru yang ingin digerogoti Yamaha setelah lama tak muncul dengan model penggaruk tanah sejak TT Enduro di era 1980-an.

WR250R diklaim lebih dari sekadar sepeda motor trail, memadukan kemampuan off-road dan supersport R-Series. Mesin dikatakan mampu beradaptasi di jalanan aspal dan tanah, menjadi pilihan bagi para pecinta alam. Kelengkapan untuk pemakaian jalan raya disiapkan, mulai lampu, sein, hingga kaca spion.

Mesin 250cc 4 katup DOHC sepeda motor ini memiliki fitur ceramic plated DiASil Cyilinder dan Forged Piston.  Tenaga maksimum mencapai 30,28 tk @10.000 rpm dan torsi maksimum 23,7 Nm @8.000 rpm. Rangka utama terbuat dari aluminium, dengan suspensi karakter balap.

Sistem injeksi bahan bakar elektronik dipadu transmisi 6-percepatan yang cocok untuk kondisi jalan off-road dan on-road. Roda depan 21 inci dan roda belakang 18 inci, rem cakram tipe wave. Ground clearance 30mm, menjaga kenyamanan di medan ekstrem.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum menjual WR250R saat ini. Dikatakan Muhammad Masykur, Deputy GM Marketing YIMM  bahwa model ini masih akan dipamerkan di IMoS 2014, dan penjualan akan dilakukan Februari tahun depan dengan banderol sekitar Rp 20-30 juta.

”Kami ingin merintis kembali pasar trail. Memang akan lebih mahal dari kompetitor, tapi teknologinya berbeda, dan ini kami impor dari Jepang,” terang Masykur.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X