Perang Diskon, Laba Otomotif Astra Menyusut

Kompas.com - 25/07/2014, 07:40 WIB
Jajaran direksi Grup Astra saat RUPST 2014. Agung KurniawanJajaran direksi Grup Astra saat RUPST 2014.
|
EditorAris F. Harvenda
Jakarta, KompasOtomotif - Laba bersih bisnis PT Astra International Tbk (Grup Astra) divisi otomotif turun 9 persen, atau menjadi Rp 4 triliun pada semester I tahun 2014 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun penjualan masih baik, tapi perang diskon yang masih terjadi di level ritel membuat laba bersih terpangkas.

Kondisi tidak diperbagus dengan kontribusi laba bersih dari bisnis komponen yang juga turun. Hal ini terjadi karena berkurangnya kepemilikan saham salah satu anak perusahan PT Astra Otoparts Tbk (AOP), dari 95,7 persen menjadi tinggal 80 persen sejak kuartal kedua tahun lalu (2013). Sementara itu, total penjualan mobil nasional naik 7 persen menjadi 642.000 unit.

Pangsa pasar
Penjualan merek-merek yang duduk di bawah naungan payung Grup Astra, yakni Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot naik 4 persen menjadi 334.000 unit. Tapi, penguasaan pangsa pasar juga menyusut dari 53 persen menjadi 52 persen saja. Dari penjualan mobil, Grup Astra meluncurkan 11 model baru dan 7 facelift.

Dari bisnis sepeda motor, total pasar naik 7 persen menjadi 4,2 juta unit. Grup Astra melalui PT Astra Honda Motor (AHM) berhasil menaikkan penjualan 11 persen menjai 2,6 juta unit. Bahkan, penguasaan pangsa pasar juga bertambah menjadi 62 persen dari periode sebelumnya cuma 60 persen. Hasil ini diperoleh padahal cuma mengandalkan peluncuran 11 model facelift saja.

Dari bisnis komponen, jumlah keuntungan melalui anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk (AOP) menurun 11 persen, menjadi Rp 454 miliar karena berkurangnya porsi margin manufaktur.

Pendapatan bersih
Sementara itu, total pendapatan bersih Grup Astra periode enam bulan pertama tahun ini dari enam lini bisnis inti, yaitu Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur, Logistik, serta Teknologi Informasi tercatat mencapai Rp 101,5 triliun, naik 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2013, Rp 94,3 triliun. Laba bersih perusahaan naik 11 persen dari Rp 8,8 triliun menjadi Rp 9,8 triliun. Kenaikan laba bersih per saham juga naik 11 persen menjadi Rp 242 per saham.

“Bisnis Grup Astra mencatat hasil yang beragam pada semester pertama tahun 2014 ini, meskipun volume operasional masih tinggi. Kinerja keuangan hingga akhir tahun diperkirakan masih baik, walaupun kompetisi pada pasar mobil masih tinggi dan harga batu bara diperkirakan masih rendah,” tukas Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Grup Astra dalam keterangan resmi yang diterima KompasOtomotif, Kamis (24/7/2014).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X