Hyundai Galau Tentukan Nasib Veloster

Kompas.com - 03/07/2014, 14:55 WIB
Hyundai Veloster Turbo, dikenalkan Mukiat Sutikno, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia dii IIMS 2013. Donny AprilianandaHyundai Veloster Turbo, dikenalkan Mukiat Sutikno, Presiden Direktur PT Hyundai Mobil Indonesia dii IIMS 2013.
|
EditorAris F. Harvenda

Seoul, KompasOtomotif - Hatchback tiga pintu, Veloster, menjadi ikon buat Hyundai sebagai merek yang tak hanya mengejar volume. Ternyata hal itu tak berjalan mulus, kini internal Hyundai tengah berdebat apakah masih perlu mempertahankan hal seperti itu.

Revitalisasi telah direncanakan, rekaan desain Veloster tampil dengan gril baru mirip Sonata, meluncur dua tahun lagi. Namun setelah itu nasib Veloster belum ditentukan. Kemungkinan terparah, tidak akan pernah memasuki siklus model generasi kedua sejak diluncurkan pertama kali pada 2011.

Diterangkan Autoguide, Rabu (2/7/2014), hanya 60.000 unit terjual di seluruh dunia pada 2013. Pasar utama seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Australia, kurang bergairah. Bahkan di kampung halaman sendiri, Korea Selatan, tak seberapa melirik, hanya laku 3.000 unit.

Sosok Veloster Turbo pernah mejeng di IIMS 2013. Saat itu varian yang memakai mesin 4-silinder, 1.6L turbocharged GDI, berkekuatan 201 PS dan torsi 265 Nm, hanya menjadi penggoda minat pengunjung agar mampir ke booth Hyundai. Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia hanya memperkenalkan dan mengatakan belum untuk dijual.

“Masih belum ditentukan. Debat masih terjadi untuk menentukan apa yang terjadi,” ujar salah satu sumber internal Hyundai Australia kepada GoAuto.  

Persepsi
Salah satu manager kreatif desain Hyundai, Casey Hyun, menjelaskan Veloster telah memberikan kontribusi yang bagus buat perusahaan, mengganti persepsi konsumen terhadap pilihan produk yang ditawarkan.

“Veloster telah membuat masyarakat mengerti bahwa Hyundai tak sekadar brand volume. Mobil ini menjelaskan sesuatu, jadi kami akan terus melanjutkan sesuatu yang berbeda dan menantang. Ada saatnya model lebih penting daripada kemampuannya menghasilkan keuntungan,” terang Hyun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.