GM Diganjar Denda Rp 396,7 Miliar

Kompas.com - 17/05/2014, 10:43 WIB
General Motors guardian.co.ukGeneral Motors
|
EditorAris F. Harvenda
Detroit, KompasOtomotif - General Motors setuju untuk membayar denda maksimum yang dituntut Departemen Perhubungan Amerika Serikat, yakni 35 juta dollar AS (Rp 396,7 miliar), karena terbukti bersalah dalam kasus kampanye perbaikan massal (recall). Perusahaan dituduh sengaja menunda recall karena ada kerusakan pada sistem starter mesin, pada 2,6 juta unit kendaraan yang sudah dipasarkan.

Dalam kasus ini GM mengaku bersalah karena melanggar hukum federal dengan metode penanganan kasus recall. Merek terbesar di AS ini juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan internal, memastikan kalau karyawan segera melaporkan jika ada kerusakkan komponen yang menyangkut keamanan di masa depan. Juga, untuk mempercepat keputusan perusahaan ketika mau recall.

"Keselamatan merupakan prioritas utama kami dan pengumuman hari ini sekaligus menegaskan, pada seluruh produsen mobil kalau mereka akan mendapat perhitungan jika gagal, untuk lebih cepat melaporkan dan memperbaiki apapun menyangkut keselamatan," tegas Menteri Perhubungan AS Anthony Foxx dalam pernyataan resminya, dilansir Autonews (16/5/2014).

Wajib lapor
Dalam hukum federal yang berlaku, setiap pabrikan wajib melaporkan kepada lembaga keselamatan, maksimal lima hari setelah penemuan adanya kerusakkan. GM pernah mengisi berkas laporan, temuan para insinyur menyangkut komponen yang bermasalah sejak 2001. Perusahaan berdalih dengan mengaku terus mempelajari hal ini pada 2004 dan 2005 tanpa ada recall atau mengubah komponen yang bermasalah.

Berikutnya, masih berlanjut pada 2007 dan 2010, sampai akhirnya Lembaga Keselamatan Jalan dan Lalu Lintas AS (NHTSA) mendapat laporan, kantong udara tidak mengembang yang terjadi pada beberapa Chervolet Cobalt tidak ketika kecelakaan. Tapi, ketika lembaga keselamatan meminta tanggung jawab, GM kerap menunda dan mengatakan tidak perlu melakukan penyelidikan formal.

"Kami belajar banyak dari recall ini. Kami sekarang fokus pada target menjadi pemimpin industri dalam hal keselamatan. Kami akan bangkit dari situasi ini menjadi perusahaan yang lebih kuat," jelas Chief Executive Officer GM, Mary Barra.

Sejarah
Pemerintah menjadikan kasus ini bersejarah karena langsung memutuskan dan memberlakukan hukum di pengadilan federal. GM juga dituntut untuk selalu menginformasikan pada NHTSA jika ada jadwal produksi yang dilakukan untuk mengganti sistem starter mobil dipabrik.

NHTSA juga memastikan jumlah pelanggan yang datang ke bengkel resmi untuk perbaikan, jumlahnya lebih maksimal. GM diminta menjangkau area recall ke daerah terpencil di AS dengan mempekerjakan staf khusus bahasa asing di luar Inggris. Setiap informasi di situs resminya wajib diperbarui dan terus mengampanyekan recall melalui media setempat.

Dalam pelaksanaan perbaikan, GM juga wajib memberikan laporan berkala dan menjelaskannya pada NHTSA sehingga pemantauan efektif.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X