Avanzanation Journey 2014 [Tengah]

Mempelajari Budaya Dayak dari Tempat Tinggal

Kompas.com - 13/02/2014, 07:41 WIB
|
EditorAris F Harvenda
Pontianak, KompasOtomotif - Masuk hari ketiga (Rabu, 12/2/2014), Avanzanation Journey wilayah Indonesia Tengah masih berada di Pontianak, Kalimantan Barat. Pada hari terakhir ini, rombongan menyempatkan diri untuk eksplorasi budaya lokal setempat sambil menyiapkan diri untuk bergeser ke Samarinda pada hari berikutnya.

Lokasi tujuan adalah Rumah Betang, tempat tinggal tradisional Suku Dayak yang terletak masih di dalam Kota Khatulistiwa. Lokasi ini menjadi obyek wisata ketiga setelah Tugu Khatulistiwa dan Kesultanan Kadariah yang lebih dulu dikunjungi pada hari pertama perjalanan Avanzanation Journey 2014.

Sejarah
Rumah Adat Betang merupakan tempat tinggal khas Kalimantan yang terdapat di berbagai penjuru pulau terbesar di Indonesia itu. Suku Dayak menjadikan rumah ini sebagai tempat tinggal terutama di hulu sungai mengalir.

Desainnya unik, seperti rumah panggung dan memanjang. Tak tanggung-tanggung, panjangnya mencapai 30-150 meter dengan lebar 10-30 meter. Setiap rumah punya tiang yang tingginya 3-5 meter. Batang yang digunakan berukuran besar, biasanya menggunakan kayu berkualitas tinggi, seperti ulin. Selain kuat, kayu ulin berusia ratusan tahun karena anti rayap.

Satu rumah dihuni oleh 100-150 jiwa yang tergabung dalam satu keluarga dan dipimpin oleh Pambakas Lewu. Hampir semua suku Dayak, mulanya berdiam dalam kebersamaan hidup secara komunal di rumah betang.

Pusat Kehidupan
Selain untuk berlindung dari panas dan hujan, Rumah Betang merupakan pusat segala kegiatan tradisional Suku Dayak. Kegiatannya unik, menyerupai proses pendidikan tradisional non-formal yang tercipta karena budaya turun-temurun. Di dalam rumah ini mereka membina keakraban, berbincang-bincang, bersosialisasi, dan saling bertukar pikiran. Mereka juga berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan antar masing-masing penghuni.

Masyarakat Dayak punya naluri untuk selalu hidup berdampingan dengan alam dan warga masyarakat lain. Mereka menjunjung tinggi komunitas harmonis, sehingga terus menjaga hubungan antar anggota menjadi lebih baik, dan mengutamakan kepentingan bersama. Pola ini dilandasi cara pikir religio-magis, yang menganggap setiap warga punya kedudukan dan hak hidup yang sama dalam lingkungan.

Lestarinya Rumah Betang sampai saat ini, membuktikan kalau masyarakat Dayak terbuka akan perubahan, baik dari dalam atau luar. Apalagi kalau perubahan itu menguntungkan dan sesuai kebutuhan rohani atau jasmani mereka.
Kerajaan Muslim
Sebelum beranjak ke Samarinda dan melanjutkan perjalanan, rombongan Avanzanation Journey kembali ke Istana Kesultanan Kadariah, yang sempat dikunjungi pada hari pertama. Lokasinya di tepi Sungai Kapuas, Kalimantan. Seluruh bangunan hampir seluruh konstruksinya menggunakan kayu dan dibangun oleh Sultan Pontianak Alkadrie pada 1771. Kuning menjadi warna paling dominan menghiasi bangunan yang sempat diakui Belanda sebagai Kerajaan Pontianak sejak 1779.

Merupakan hasil eksplorasi Alkadrie asal Arab Saudi yang menikahi Ratu Syarif Abdul Rahman, putri dari Sultan Sepuh Tamjidullah, Raja Banjarmasin. Pasangan ini kemudian tinggal di Pontianak dan mendirikan Kesultanan Kadariah. Konon, Alkadrie dikatakan sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad.

Dari desain bangunannya, Istana Kadariah terlihat berbeda dengan Suku Dayak. Bangunannya justru kental nuansa melayu, seperti bangunan-bangunan yang ada di Sumatera. Warna kuning yang dominan melambangkan kejayaan dan budi pekerti bagi Suku Bangsa Melayu.

Tampilan luar bangunan ini terasa sederhana. Tapi, ketika didalam baru terlihat kemewahannya. Terdiri dari empat lantai, istana ini terasa megah dan luas sama seperti hunian raja lain di Indonesia.
Belajar sejarah dan budaya Indonesia merupakan salah satu tujuan perjalanan Avanzanation Journey 2014. Selain membuktikan ketangguhan Avanza sebagai mobil terlaris di Indonesia, juga melihat bagaimana kedekatannya dengan keanekaragaman budaya bangsa ini. Bukti, kalau Avanza bisa diterima di semua kalangan, lintas suku, budaya, agama, etnis tertentu di seluruh Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.