Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tes Lengkap Polytron Fox R, dari Desain sampai Biaya Kepemilikan

JAKARTA, KOMPAS.com - Polytron Fox R jadi jagoan motor listrik di rentang harga belasan juta rupiah. Lebih spesifik, harganya Rp 13,5 juta dengan jarak tempuh sampai 130 Km dan kecepatan puncak mencapai 95 Kpj.

Redaksi Kompas.com dapat kesempatan buat mengetes motor listrik ini beberapa hari. Pada tulisan ini, sudah kami rangkum dengan lengkap hasil pengetesan, mulai dari desain, spesifikasi lengkap, rasa berkendara, sampai biaya kepemilikan.

Desain

Secara tampilan, Fox R bisa dibilang jadi satu-satunya motor listrik dengan model skutik bongsor di rentang harga belasan juta Rupiah.

Layaknya skutik bongsor, bagian bodi depan dari Fox R lumayan besar dan ada windshield. Lampu depan sudah full LED dan pakai DRL serta lampu sein yang tampilannya agresif.

Beralih ke bagian samping, desainnya sebenarnya tidak terlalu agresif tapi kelihatan dinamis. Dek terluhat panjang layaknya motor listrik kebanyakan, bodi belakang cenderung simpel, cuma ada logo yang timbul Fox R Electric.

Bagian detail yang cukup unik ada di pelindung swingarm yang besar dimensinya. Modelnya bikin padat tampilan samping, bahkan seperti ilusi ada CVT layaknya skutik konvensional, padahal cuma pemanis saja.

Bisa dilihat juga dari samping kalau Fox R menggunakan pelek 13 inci dengan tapak yang lebar. Pelek depan memakai model dual tone five spoke, sedangkan yang belakang dinamo tapi ada warna krom di bibir pelek.

Bahas bagian belakang, desain lampu kombinasi cukup sederhana, ukurannya besar mengikuti bodi. Lampu malam bentuknya LED bar yang memanjang dari kiri ke kanan, lampu rem berupa LED dot tapi buat lampu sein masih pakai bohlam.

Spesifikasi Lengkap

Polytron Fox R menggunakan dinamo yang menghasilkan tenaga 3.000 Watt (rated) atau setara 4 TK dan puncaknya (peak) di 6.500 Watt atau setara 8,8 TK. Torsinya yang dahsyat 187 Nm instan saat putaran gas awal.

Tersedia dua mode berkendara, D dan S, kecepatan puncaknya mencapai 95 Kpj. Soal baterai, kapasitasnya 3,75 kWh, klaim Polytron bisa melaju sejauh 130 Km, sangat jauh buat motor listrik dengan harga Rp 13 jutaan.

Soal dimensi, Fox R punya panjang 2.000 mm, lebar 735 mm, dan tinggi 1.170 mm. Kalau dibandingkan, ukuran sedikit lebih panjang dari Nmax cuma tidak lebih lebar dan tinggi, memang mirip skuter bongsor.

Pada bagian kaki-kaki, Polytron mengandalkan pelek 13 inci dengan ban lebar, depan ukurannya 110/70 dan yang belakang 130/70, serta rem cakram di kedua sisi. Suspensi depan teleskopik dan belakang pakai shockbreaker ganda.

Kemudian soal fitur, Polytron tidak pelit. Lampu depan sudah full LED dengan DRL. Lampu kombinasi di belakang, rem pakai LED dot, sedangkan sein masih bohlam. Instrument cluster sudah digital dan diisi banyak informasi.

Misalnya posisi gigi, kecepatan, sisa baterai, odometer, dan trip meter, serta indikator standar samping, sampai rem pun ada. Kemudian ada juga USB port buat mengisi daya telepon genggam.

Bagasinya juga bisa dibilang cukup lega, mengingat model baterainya yang ditanam. Jadi bisa muat casan dan jaket serta barang yang lebih banyak dibandingkan motor listrik dengan baterai di bagasi.

Polytron juga sudah dilengkapi dengan sistem yang terkoneksi ke aplikasi. Pemilik bisa mendapatkan fitur anti-theft, cari tempat mengecas dan cek status baterai, sampai mengecek karakter berkendara, sudah bisa keyless juga.

Rasa Berkendara

Bicara tentang posisi berkendara, sebenarnya buat orang dengan postur di atas 170cm, rasanya seperti jongkok. Berarti dek tinggi, tapi jok kurang naik, menyebabkan bokong lebih rendah dari lutut, kurang nyaman.

Kekurangan tersebut bisa diakali dengan menambah busa di jok, jadi lebih tinggi. Tapi, bicara rata-rata tinggi orang Indonesia, 158-163,5 Cm, seharusnya masih bisa nyaman.

Soal manuver, Fox R masih terbilang stabil dan nurut. Cuma kembali lagi untuk yang posturnya tinggi, setang bisa menempel ke kaki kalau dibelokkan penuh.

Satu catatan yang terasa adalah suspensi tergolong keras, apalagi kalau dipakai sendirian. Terasa sekali kalau melewati lubang yang tidak terlalu dalam atau saat melintasi kontur jalan yang tidak rata. Kompensasinya, saat kecepatan tinggi, motor lebih stabil saat menikung.

Sekarang bahas performanya, ini memang tidak main-main. Tersedia dua mode berkendara, D dan S yang punya karakter dan kecepatan puncak yang berbeda.

Buat D, respons dari gas ke dinamo yang tenaganya 3.000 Watt ini terasa mulus. Kecepatan puncaknya bisa sampai 60 Kpj sampai 70 Kpj. Berbeda kalau dipindah ke S, tarikan gasnya jadi responsif.

Kecepatan puncak 95 Kpj bisa dengan mudah diraih. Buat pemakaian harian, motor listrik ini mumpuni, bisa kencang tapi dibawa santai juga enak.

Kemudian, performa dari baterai 3,75 kWh ini sebenarnya yang bikin pengendara tidak khawatir betot gas Fox R. Berdasarkan pengetesan kami, Fox R seharusnya bisa melaju sejauh 125 Km sekali cas, tidak berbeda jauh dengan apa yang diklaim.

Biaya Kepemilikan

Redaksi sudah menghitung pajak tahunan, ongkos listrik, dan sewa baterai. Motor yang kami tes berdomisili di Kudus, Jawa Tengah, pajak tahunannya Rp 0 dan tinggal bayar SWDKLLJ sebesar Rp 35.000.

Sedangkan buat ongkos listrik, Fox R bisa menempuh jarak 130 Km sekali cas, baterainya 3,75 kWh. Kalau misalnya mengecas dua hari sekali, dan biaya listrik Rp 1.444,7 per kW, maka setahun totalnya Rp 988.200.

Terakhir buat biaya sewa, Polytron memberi tarif Rp 200.000 per bulan buat berlangganan baterainya. Jadi setahun, akan mengeluarkan biaya Rp 2.400.000.

Sehingga, kalau dijumlah biaya kepemilikan Polytron Fox R adalah Rp 3.423.200 per tahun. Kalau dibagi per bulan, maka siapkan dana Rp 285.000-an dan per hari hanya Rp 9.300.

Kesimpulan

Jadi buat Fox R merupakan motor listrik yang ekonomis dengan performa yang tinggi. Motornya mumpuni buat dipakai harian, bahkan jarak jauh.

Bagi yang punya dana Rp 13,5 juta, Polytron Fox R bisa jadi pilihan yang menarik. Selain itu, sistem sewa baterai yang ditawarkan juga membuat pemiliknya tidak perlu memikirkan kualitas baterai, karena kalau turun kesehatannya, bisa ditukar dengan yang baru.

https://otomotif.kompas.com/read/2024/02/12/183100215/tes-lengkap-polytron-fox-r-dari-desain-sampai-biaya-kepemilikan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke