Salin Artikel

Mesin Rocky 1.2L Bisa Langsung Jalan Tanpa Ritual Pemanasan

JAKARTA, KOMPAS.com - Melalui divisi Research and Development (R&D), PT Astra Daihatsu Motor (ADM) suskes mengembangkan mesin 1.200 cc tiga silinder baru yang untuk pertama kalinya di dunia disematkan pada Rocky.

Seperti diulas sebelumnya, ada banyak penerapan teknologi yang disemat pada SUV murahnya. Bahkan dengan ragam racikan baru, justru membuat bobotnya menyusut dibanding mesin yang digunakan pada Sigra.

Total, beratnya terpangkas sampai 10 kg dibanding mesin 3NR-V. Selain itu, mesin ini juga cukup compact dalam hal dimensi karena tak lagi menggunakan balancer shaft.

Namun ada hal yang tak kalah menarik, pasalnya dengan teknologi dual cooling system yang tersemat pada mesin WA-VE tersebut, membuat pengguna Rocky 1.200 cc tak perlu direpotkan lagi melaksanakan ritual pemanasan mesin saat akan berjalan.

"Ada dual cooling system, ini berkaitan pada rute air radiator. Dengan thermostat yang menjadi sensor, saat mesin dingin akan menyetop aliran yang mutar dan hanya mengalirkan ke silinder head, efeknya yang di tengah akan cepat panas," ucap Audi Tarantini, R&D Testing Department Head PT ADM kepada media di Karawang, beberapa waktu lalu.

Menurut Audi, keberadaan teknologi tersebut memberikan imbas suhu mesin bisa panas dengan instan dalam waktu yang relatif singkat, karena tertutupnya saluran cairan pendingin.

Ketika suhu sudah optimal pada kisaran 75-81 derajat, katup dengan otomatis akan terbuka untuk mengaliran cairan pendingin, dan mesin pun sudah siap untuk digunakan.

"Dengan demikian, ritual memanaskan mesin sudah tidak perlu lagi sebenarnya, dan efeknya lebih irit karena tidak buang-buang bensin untuk sekadar memanaskan mesin," ucap Audi.

"Kalau pada mesin lama, harus tunggu sekitar 4-6 menit agar panas mesin optimal, di mesin Rocky 1.200 ini, saat start tak sampai 1 menit sudah siap langsung diajak jalan karena rotasi putaran mesin langsung bisa ke suhu optimal," kata dia.

RON 90

Masih ada lagi, untuk menyesuaikan infrastruktur di Indonesia yang pemerataan Bahan Bakar Minyak (BBM) berkualitas belum sepenuhnya terpenuhi dengan baik, mesin WA-VE juga dilengkapi dengan knocking sensor.

Teknologi satu ini berguna untuk mengatur timing pengapian bila teralu cepat atau lembat imbas jenis BBM yang digunakan.

Bahkan menurut Anjar Rosjadi, Marketing Product Planning Division Head PT ADM, dengan adanya fitur tersebut membuat Rocky 1.2L masih bisa menenggak BBM yang sebenarnya tidak dianjurkan, yakni RON 90 layaknya Pertalite.

"Dalam pengembangan mesin, kita benar-benar sesuaikan dengan kondisi di Indonesia, semua jenis BBM kita coba, termasuk di bawah yang tidak direkomendasikan dan itu kita laporkan ke tim di Jepang," kata Anjar.

"Intinya masih bisa, tapi tidak kita anjurkan karena memiliki efek jangka panjang yang tidak baik. Agar kerja mesin bisa benar-benar optimal dan memberikan kepuasan, baiknya menggunakan jenis BBM yang sudah disarankan," katanya.

https://otomotif.kompas.com/read/2021/10/11/090200115/mesin-rocky-1.2l-bisa-langsung-jalan-tanpa-ritual-pemanasan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.